Keindahan Kain Tenun Khas Baduy

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lekat movement by istimewa

    Lekat movement by istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Baduy dikenal sebagai masyarakat pedalaman yang memiliki kekhasan tak hanya dari sisi kehidupan sosial tetapi juga budaya. Masyarakat di daerah ini tinggal jauh dari keramaian dan menjauhkan diri dari kemajuan teknologi.

    Dalam soal kain, kreativitas penduduk Baduy mengolah gulungan benang-benang menjadi kain tenun boleh dibilang menarik. "Hal ini menjadi inspirasi saya untuk menghadirkan koleksi Kartini Movement," kata Amanda I. Lestari yang menjadi perancang Lekat pada Kamis, 30 April 2015.

    Dan akhir bulan lalu, Lekat menampilkan koleksi terbarunya bertema 'Partspective dan The Old Journey to  the Nomad'. Menurut Amanda, dalam tema kali ini dia mengeksplorasi tenunan tangan Suku Baduy dengan warna-warna pop art yang dirancang khusus untuk tampil lebih futuristik.

    "Maksudnya kami menggunakan penggabungan antara sisi tradisional dan modern tanpa membuang unsur-unsur kultur dan budaya. Harapan kami Lekat menjadi brand fashion yang mempunyai misi dalam melestarikan budaya Indonesia dan ingin membawa kultur dan budaya Indonesia ke ranah dunia." kata Amanda.

    Melalui teknik pewarnaan yang penuh kejutan, rancangan kali ini terkesan ikonik dengan mencampurkan benang-benang celup dari Bali yang ditenun suku Baduy dan menghasilkan gaya cantik penuh kemewahan.

    "Saya berharap dengan hadirnya Lekat di Indonesia Fashion Week 2015 dan beberapa pameran lain sudah sering dikenakan para selebriti Indonesia seperti Cut tari, Ersa Mayori, Laudya Cynthia Bella dan Nia Dinata," kata dia.

    HADRIANI P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Raoul Follereau Mengusung Kepedulian Terhadap Penderita Kusta

    Raoul Follereau mengusulkan kepedulian terhadap kusta. Perjuangannya itu akhirnya diakui pada 25 Januari 1954 dan ditetapkan sebagai Hari Kusta.