Bagaimana Cara Merawat Karpet Agar Awet?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Karpet dengan motif alat-alat tempur Afganistan yang dijual di tokonya di Chicken Street, Kabul, 2 Maret 2015. Karpet bermotif peperangan ini mulai diburu para pembeli. SHAH MARAI/AFP/Getty Images

    Karpet dengan motif alat-alat tempur Afganistan yang dijual di tokonya di Chicken Street, Kabul, 2 Maret 2015. Karpet bermotif peperangan ini mulai diburu para pembeli. SHAH MARAI/AFP/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Anda merasa ribet merawat karpet? Ini dia kiat merawat karpet biar awet, bahkan berusia ratusan tahun, yang diberikan pemilik Alhamd Carpet Wasim.

    "Musuh utama karpet adalah air. Jadi, begitu ada air tumpah, sebaiknya langsung dilap," kata Wasim di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2015.

    Begitu juga ketika mencuci karpet, ia menegaskan, jangan merendam karpet terlalu lama. Merendam karpet terlalu lama, menurut dia, mengakibatkan pewarna karpet yang berasal dari pewarna nabati menjadi mudah luntur jika terkena air.

    "Memang banyak yang mengatakan karpet termasuk susah cara perawatannya. Kuncinya, jangan sembarangan mencuci karpet," ujarnya.

    Selain itu, pemilik karpet hendaknya membersihkan karpet sesering mungkin. Jika dirawat secara benar, tutur Wasim, karpet bisa berumur panjang. Karpet yang dibuat mesin usianya bisa sampai puluhan tahun, sedangkan karpet buatan tangan dapat berumur ratusan tahun.

    "Karpet buatan tangan juga lebih mudah perawatan dan tidak menyebabkan alergi. Harganya juga lebih mahal, yakni sampai ratusan juta rupiah," tuturnya.

    Sebagian besar karpet terkenal, kata dia, berasal dari Turki, Iran, Pakistan, dan Afganistan. "Kualitas paling bagus adalah karpet yang berasal dari Iran. Sebagian besar dari Iran adalah karpet buatan tangan," ucapnya.

    Berkaitan dengan hasil penjualan karpet saat Ramadan tahun ini, kata Wasim, mengalami penurunan hingga 20 persen. "Efek dari lesunya ekonomi, pembeli berkurang hingga 20 persen, terutama penjualan di kota besar," katanya.

    Selain di Jakarta, Alhamd Carpet juga memiliki cabang di sejumlah kota besar lain, seperti Bandung, Lampung, Makassar, dan Bali. Wasim berharap kondisi perekonomian segera membaik dan penjualan karpetnya kembali seperti biasa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.