Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Apa Hubungan Tinggi Badan dengan Penyakit Kanker?

Sultan Kosen, pemegang rekor manusia tertinggi Guinness World Record dengan keluar dari cafe setelah merayakan ulang tahunya ke 32 di Mardin, Turki, 16 Desember 2014. Halil Ibrahim Sincar/Anadolu Agency/Getty Images
Sultan Kosen, pemegang rekor manusia tertinggi Guinness World Record dengan keluar dari cafe setelah merayakan ulang tahunya ke 32 di Mardin, Turki, 16 Desember 2014. Halil Ibrahim Sincar/Anadolu Agency/Getty Images
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Risiko kanker ternyata berhubungan dengan semakin tingginya tubuh seseorang. Demikian disimpulkan dalam studi yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan European Society for Pediatric Endocrinology beberapa waktu lalu.

Untuk sampai pada temuan ini, para peneliti dari Karolinska Institutet dan University Stockholm melibatkan sekitar 5,5 juta laki-laki dan perempuan di Swedia. Para partisipan ini lahir pada tahun 1938 dan 1991 dengan tinggi 100-225 sentimeter.

Peneliti kemudian melanjutkan studi pada partisipan yang lahir pada 1958, atau yang berusia 20 tahun hingga 2011. Mereka menemukan, setiap 10 cm tinggi badan, risiko perempuan mengembangkan kanker meningkat sekitar 18 persen dan 11 persen pada laki-laki. Selain itu, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berisiko menderita kanker melanoma sekitar 30 persen.

Kendati begitu, peneliti mengingatkan, temuan studi ini bukan berarti bisa berlaku pada semua individu, mengingat jangkauan studi hanya melibatkan satu populasi. "Hasil studi kami merefleksikan kejadian kanker pada level populasi. Penyebab kanker itu multifaktor. Sulit untuk memprediksi dampak temuan studi kami pada risiko kanker di level individu," kata ketua studi, Dr Emelie Benyi, PhD, seperti dilansir EurekAlert.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia menambahkan, sekalipun studi menemukan individu yang bertubuh lebih tinggi cenderung berisiko menderita kanker, belum jelas apakah ini meningkatkan risiko kematian pula. "Studi kami menunjukkan bahwa individu yang bertubuh lebih tinggi lebih mungkin mengembangkan kanker. Namun belum jelas sejauh ini apakah mereka berpeluang lebih besar pula meninggal karena kanker," ujar Benyi.

ANTARA

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

18 Mei 2022

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang.
Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

Banyak perubahan terjadi pada ketenagakerjaan. Perlu penyiapan untuk perlindungan tenaga kerja.


Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

8 Maret 2022

Ilustrasi wanita pakai masker sambil bekerja. Freepik.com
Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

Potensi peradangan semakin besar apabila seseorang memiliki kulit sensitif dan menggunakan masker dalam waktu yang lama.


Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

30 Desember 2021

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jantung. Shutterstock
Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

Penyakit pembuluh darah adalah gangguan yang mempengaruhi sistem peredaran darah dari dan ke organ tubuh.


Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

20 Desember 2021

Ilustrasi Generasi Milenial. all-souzoku.com
Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

Banyak masyarakat bersikap skeptis terkait bahaya pandemi Covid-19. Untuk tangani hal itu, Daewoong ajak anak muda galakkan info kesehatan


Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

18 November 2021

Ilustrasi Asam Lambung.(TEMPO/Gunawan Wicaksono)
Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

Beberapa hal yang yang harus diperhatikan penderita gangguan asam lambung adalah posisi tidur dan diet.


Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

13 November 2021

Ilustrasi pria sakit demam. shutterstock.com
Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

Indonesia masih endemi demam tifoid atau dikenal dengan sebutan penyakit tipus atau tipes.


Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

11 November 2021

Ilustrasi wanita berjalan kaki. Freepik.com/Katemangostar
Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

Rutin berjalan kaki setiap hari membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan menurunkan berat badan.


Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

30 Oktober 2021

Ilustrasi hidung. shutterstock.com
Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Salah satu cara mencegah Covid-19 adalah dengan menyemprotkan cairan khusus ke hidung. Apa kandungan dalam cairan itu dan bagaimana cara kerjanya?


5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

24 Oktober 2021

ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)
5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala yang dominan terjadi selama pandemi Covid-19 adalah kelelahan dan kurang tidur.


Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

23 Oktober 2021

Ilustrasi pria memeriksa tulang. Shutterstock
Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

Ketahui periode terbaik memumpuk "bekal" menjelang massa tulang puncak, fase kondisi tulang terbaik, dan penurunannya untuk mencegah osteoporosis.