Takut Obesitas? Makan Saja Kacang, Intip Trik Makannya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kacang-kacangan. Pixabay.com

    Ilustrasi kacang-kacangan. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi belum lama ini menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi kacang-kacangan lima persen lebih rendah risikonya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

    Sebelumnya, banyak orang berasumsi bahwa kacang merupakan makanan padat lemak sehingga bukanlah pilihan tepat bagi individu yang ingin menurunkan berat badan.

    Temuan tersebut bertentangan dengan temuan studi tersebut, kata Joan Sabate, direktur di Loma Linda University di California, AS.


    "Studi ini menegaskan bahwa kacang bukan makanan obesogenik," kata dia dalam makalah yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition. 

    Kacang merupakan sumber energi, lemak, protein, vitamin, mineral dan kaya phytochemicals. Makanan ini berhubungan dengan berbagai manfaat kesehatan antara lain dalam fungsi memori, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

    "Makan kacang saat makan. Letakkan mereka di tengah piring Anda untuk menggantikan produk hewani," tutur Sabate menyarankan.

    Untuk penelitian ini, tim peneliti mengevaluasi data diet dan gaya hidup dari lebih dari 373.000 individu dari 10 negara Eropa berusia antara 25 dan 70 tahun. Demikian seperti dilansir laman Indian Express.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.