Antibiotik: Waspada Penggunaannya, Resep Dokter Wajib

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obat. TEMPO/Mahanizar Djohan

    Ilustrasi obat. TEMPO/Mahanizar Djohan

    TEMPO, Jakarta- Antibiotik, penggunaanya harus menggunakan resep dari dokter. Begitu ditegaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Laurentius Aswin Parmono. "Antibiotik bukan obat bebas,” katanya, Senin, 2 Oktober 2017. 

    Laurentius mengatakan mengkonsumsi antibiotik tanpa resep dokter dan tidak tuntas akan menyebabkan resisten terhadap obat tersebut. “Kalau kita makan antibiotik asal-asal, tidak tuntas, dan separuh-separuh nanti resisten terhadap antibiotiknya,” ujarnya.

    Dijelaskan bahwa kuman menjadi kebal dan tidak mempan dengan obat yang diberikan untuk membunuh kuman tersebut. “Lain kali pasien butuh antibiotik itu, kumannya jadi ressiten dan tak bisa dibunuh sepenuhnya dengan antibiotik yang sama.” 

    Baca juga:
    3 Jurus Menangkal Sakit di Musim Pancaroba
    Gejala Kanker Serviks Muncul di Stadium Lanjut, Apa Itu?
    Cuci Tangan, Satu dari 3 Jurus Cegah Kanker Serviks

    Laurentius mengatakan, kini semakin banyak pasien yang datang ke rumah sakit terkait kasus resisten terhadap obat antibiotik. “Terdeteksinya saat di rumah sakit, dikasih antibiotik yang makin tinggi levelnya, tidak sembuh-sembuh” tuturnya. Ia menambahkan saat diperiksa kembali kuman yang berada dalam tubuhnya, ternyata kuman yang sama yang masih bertahan karena resisten dengan antibiotik tersebut.

    Oleh sebab itu, Laurentius menegaskan untuk mengkonsumsi obat antibiotik sesuai anjuran dari dokter. “Kalau dihabiskan masih lebih baik tapi sesuai anjuran dokter ya, jangan sembarangan, hanya karena batuk-batuk sedikit trus minum antibiotik, ya jangan juga,” tuturnya. Ia menambahkan apabila daya tahan tubuhnya sudah turun banget dianjurkan minum antibiotik. "Tapi tetap harus  dengan resep dokter," katanya menegaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.