Kontroversi Rokok Elektrik, Aman atau Tidak? Ini Kata Ahli

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi rokok elektrik. Christopher Furlong/Getty Images

TEMPO.CO, JakartaRokok elektrik atau vaporizer atau vape tengah digandrungi masyarakat Indonesia karena dianggap lebih aman daripada rokok konvensional.

Asumsi itu membuat sebagian masyarakat memanfaatkan rokok elektrik sebagai senjata untuk mengurangi atau bahkan menghentikan kecanduan terhadap tembakau. Benarkah rokok elektrik solusi paling aman untuk berhenti mencandu tembakau?

Rokok elektrik atau Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) merupakan alat pengubah zat-zat kimia menjadi uap lalu mengalirkannya ke paru-paru.

Baca juga:
Bahaya Rokok Tingwe, Jenis Rokok Kesukaan Jenderal Soedirman
Larang Rokok di Rumah atau Bahaya Mengancam Si Kecil

Di dalam rokok elektrik, terdapat tabung berisi cairan yang dapat diisi ulang. Awam menyebut cairan itu likuid. Likuid sebagai bahan bakar rokok elektrik mengandung zat nikotin dengan kadar bervariasi.

Meski tahu bahwa mayoritas rokok elektrik mengandung nikotin, masyarakat tetap merasa aman mengkonsumsinya. Inilah yang dikhawatirkan Kepala Deputi Bagian Informasi, Komunikasi, dan Pendidikan Yayasan Jantung Indonesia, dr. Siska Suridanda Danny, SpJP(K).

Siska menyebut sampai saat ini, di Indonesia belum ada kajian mendalam terkait efek jangka panjang penggunaan rokok elektrik.

“Kami sampai saat ini belum memiliki cukup data untuk menyatakan keamanan produk ini dikaitkan dengan kesehatan jantung. Kami belum tahu efek jangka panjang vape karena produk ini tergolong baru di Indonesia. Meski begitu, kandungan nikotin pada rokok elektrik memiliki efek adiksi yang berpotensi menyebabkan kecanduan,” beri tahu Siska kepada Bintang, di Jakarta, pekan lalu.

Ia kemudian mengutip sebuah studi yang dilakukan Institut Penelitian Neurosains dan Perilaku Manusia, Universitas California Los Angeles, AS. Studi yang dipimpin Profesor Psikiatri Edythe London pada 2011 itu menemukan hubungan kuat antara kecanduan nikotin pada remaja dengan rendahnya tingkat aktivitas otak, khususnya di korteks prefrontal. 

Pada tingkat kecanduan yang lebih tinggi, nikotin bersifat toksik sekaligus mematikan karena mempengaruhi perkembangan otak. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta produsen rokok elektrik tidak membuat klaim bahwa mengkonsumsi rokok elektrik cara paling aman untuk menghentikan kebiasaan merokok tembakau sampai ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. 

TABLOIDBINTANG






Perusahaan Rokok Kretek Gelar Safety Riding, Dibantu Honda Jateng

21 jam lalu

Perusahaan Rokok Kretek Gelar Safety Riding, Dibantu Honda Jateng

Perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia PT Nojorono Tobacco International menyelenggarakan kegiatan safety riding pada 12-12 Februari 2023.


Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

6 hari lalu

Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

Bukan hanya untuk mengontrol konsumsi rokok, cukai tembakau bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas umum.


Pesan Dokter Paru buat Pengisap Rokok Elektrik

11 hari lalu

Pesan Dokter Paru buat Pengisap Rokok Elektrik

Rokok elektrik atau vape dinilai sama berbahaya dengan rokok konvensional. Berikut penjelasan dokter paru.


Pengusaha Vape Minta Polisi Tegas ke Pembuat Liquid Vape Sabu

12 hari lalu

Pengusaha Vape Minta Polisi Tegas ke Pembuat Liquid Vape Sabu

Pengusaha vape menilai kasus liquid vape mengandung sabu ini bukan karena produk vapenya, tapi akibat ulah individu di lapangan.


Pembuat Liquid Vape Sabu di Jakbar Pakai Isopropylbenzylamine, Apa itu?

12 hari lalu

Pembuat Liquid Vape Sabu di Jakbar Pakai Isopropylbenzylamine, Apa itu?

Muhammad Rafik Khairulah membuat liquid vape mengandung narkoba di Jakarta Barat menggunakan bahan isopropylbenzylamine


Pemicu Munculnya Perokok Anak, Dimulai dari Keluarga

14 hari lalu

Pemicu Munculnya Perokok Anak, Dimulai dari Keluarga

Selain orang tua, lingkungan pergaulan anak juga memiliki andil membuat anak menjadi perokok. Apa lagi yang mempengaruhi?


Pembuat Liquid Vape Mengandung Sabu di Jakbar Terancam Hukuman Mati

14 hari lalu

Pembuat Liquid Vape Mengandung Sabu di Jakbar Terancam Hukuman Mati

Tersangka memproduksi sendiri liquid vape mengandung sabu itu secara autodidak, namun ada satu rekannya yang mengarahkan.


Polda Metro Jaya Imbau Pengguna Vape Waspada Liquid Mengandung Narkoba

14 hari lalu

Polda Metro Jaya Imbau Pengguna Vape Waspada Liquid Mengandung Narkoba

Kandungan asap dari liquid vape mengandung narkoba juga dianggap berbahaya bagi penghisap aktif maupun pasif.


Pembuat Liquid Vape Mengandung Sabu di Jakbar juga Berencana Produksi Pil Ekstasi

15 hari lalu

Pembuat Liquid Vape Mengandung Sabu di Jakbar juga Berencana Produksi Pil Ekstasi

Tersangka baru selesai memproduksi liquid vape narkoba tersebut dan siap mengedarkannya secara online.


Tersangka Jual Liquid Vape Mengandung Sabu di Jakbar Rp 200 - 400 Ribu Per Botol

15 hari lalu

Tersangka Jual Liquid Vape Mengandung Sabu di Jakbar Rp 200 - 400 Ribu Per Botol

Selain liquid vape, tersangka juga berniat memproduksi pil ekstasi, namun belum sempat dilakukan.