Mudah Lelah Tak Jelas Sebabnya? Mungkin Anda MS, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stres di kantor. Shutterstock

    Ilustrasi stres di kantor. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Penyandang Multiple Sklerosis atau MS, seringkali dianggap manja. Ini karena penyandang MS ini sering tiba-tiba mudah lelah, inginnya selalu istirahat dan suasana hatinya mudah berubah.

    Spesialis saraf dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM, Dr Riwanti Estiasari, SpS(K), mengatakan kondisi MS disebabkan sel imun tubuh yang menyerang organ-organ tubuh.  

    "Harusnya kalau ada kuman masuk akan dibunuh sel darah putih. Tapi yang terjadi pada penyandang MS, sel darah putih terlalu aktif dan menyerang sel-sel saraf dan merusak tubuh kita sendiri," ujar dia di Jakarta, Jumat.

    Baca juga:
    3 Faktor Penyebab Berkurangnya Kolagen pada Pria, Cek Solusinya
    Keahlian Apa yang Wajib Diketahui Saat di Dapur? Ini Kata Chef
    Kisah Malala Yousafzai dan Skinny Jeans, antara Kritik dan Pujian

    Salah seorang penyandang MS, Kanya Puspokusumo, mengaku saat rasa lelah melanda, dirinya bahkan bisa tak sanggup melakukan apapun.

    "Lelah seperti habis olahraga seharian lalu beresin rumah seharian. Padahal enggak ngapa-ngapain. Capek sekali. Itu harus istirahat. Bisa sebentar bahkan berhari-hari," kata dia dalam kesempatan yang sama.

    Lebih lanjut, selain mudah lelah, penyandang MS juga umumnya terganggu penglihatannya, bermasalah dalam keseimbangan sehingga terkadang bermasalah saat berjalan, mudah kebas atau kram dan bermasalah saat berpikir.

    "Lebih dari 50 persen penyandang terganggu penglihatannya, dari pandangannya kabur, sampai menghilang, gangguan keseimbangan dan memburuk pada kondisi panas. Pasien tidak suka panas, mandi air terlalu panas, penglihatan suka dirasa menurun," papar Riwanti.

    Namun yang membuat frustasi, adalah gejala yang hilang dan timbul. Inilah yang terkadang membuat penderita mendapat label pemalas dan manja.

    "Gejalanya hilang timbul, bulan ini kakinya diseret-seret, bulan depan enggak lagi atau lain lagi gejalanya. Bisa sewaktu-waktu memberat. Kadang dianggap berpura-pura, malas hingga gangguan jiwa," kata Riwanti.

    Hanya saja, seseorang tak bisa langsung didiagnosis menyandang MS hanya berkaca pada gejala yang disebutkan di atas. Dokter harus melakukan sejumlah pemeriksaan dulu untuk memastikannya.

    "Kalau sudah ada gejala bisa dilakukan pemeriksaan MRI, pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan otak dan saraf. Tetapi, gejala MS memang tidak khasdan seringkali harus ditunggu. Ketika diperiksa kadang-kadang tidak ada apa-apa," tutur Riwanti. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.