Senin, 28 Mei 2018

Sembarang Jalan Kaki Pernapasan Bisa Terancam, Intip Risetnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan sedang berolahraga yang bertumpu pada kaki. shutterstock.com

    Ilustrasi perempuan sedang berolahraga yang bertumpu pada kaki. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rajin berjalan kaki memang bagus untuk kesehatan, salah satunya untuk jantung. Berbagai studi bahkan menunjukkan bahwa berjalan kaki bisa memperpanjang harapan hidup seseorang.

    Namun, kalau jalan kaki ini dilakukan di jalan yang penuh polusi? sama sekali tak ada manfaatnya bagi kesehatan Anda, ungkap sebuah studi baru dalam jurnal Lancet.

    Dalam studi itu, tim peneliti merekrut 119 orang berusia di atas 60 tahun. 40 orang di antaranya sehat; 40 orang lainnya menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit paru inflamasi; dan 39 orang lainnya menderita penyakit jantung iskemik, akibat penyempitan arteri.

    Peneliti lalu meminta beberapa dari mereka berjalan kaki selama dua jam per hari di sepanjang London's Oxford Street, sebuah jalan raya di pusat kota yang banyak dilalui oleh bus dan mobil. Sebagian lagi diminta menghabiskan waktu berjalan kaki melewati bagian yang sepi dari Hyde Park.

    Baca juga:
    Istri Ulang Tahun, Begini Romantisme Ahok di Instagram
    Kenali 3 Vaksin Difteri dan Apa Pentingnya Imunisasi Lanjutan?
    95 Persen Pria Peduli Penampilan Kulit Mereka

    Tiga hingga delapan minggu kemudian, mereka bertukar rute.

    Hasilnya, mereka yang berjalan kaki di Hyde Park, mengalami peningkatan besar dalam kapasitas paru-paru dan kekakuan arterial mereka.

    Tapi, setelah mereka berjalan di sepanjang Oxford Street - dan menghirup sejumlah polutan di udara di sana, hanya sedikit perbaikan dalam kapasitas paru-paru.

    Bahkan, mereka yang menderita kekakuan arteri, kondisinya memburuk. Sejumlah masalah pernapasan juga mereka alami- termasuk batuk dan sesak napas.

    Orang dengan penyakit jantung mengalami kekakuan arteri yang lebih parah setelah berjalan melalui lingkungan perkotaan, kecuali jika mereka memakai obat kardiovaskular.

    "Anda harus menghindari daerah yang tercemar untuk melakukan olahraga apapun, khususnya berjalan kaki," kata pemimpin peneliti Kian Fan Chung, seorang profesor kedokteran di National Heart and Lung Institute Imperial College London, seperti dilansir laman Time


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.