Jumat, 16 November 2018

Mengapa Wanita Selingkuh, Ini Alasannya Menurut Psikolog

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • perselingkuhan. Ilustrasi

    perselingkuhan. Ilustrasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar selingkuh yang dilakukan pihak wanita terhadap suaminya selalu membuat banyak orang terkejut. Terlebih jika pihak prianya terlihat tidak kekurangan suatu apa pun. Kok bisa? Kok tega?

    Lantas kami mengajukan sebuah pertanyaan sederhana kepada seorang pakar terkait dengan hal ini: mengapa wanita selingkuh?

    Baca juga:
    Ahok dan Veronica, Ini Kisah Romantisnya dalam Surat dan Bunga
    Kerja Malam Picu Risiko 3 Kanker Ini, Cek Penelitiannya
    Olahraga Menembak Latih Ketenangan, Konsentrasi, dan Kesabaran

    Anna Margaretha Dauhan, psikolog klinis dewasa dari TigaGenerasi, kepada redaksi Aura, mengatakan biasanya ada berbagai faktor yang menyebabkan seorang wanita selingkuh dari pasangan resminya.

    "Bukan berarti perempuannya nakal atau tidak bisa menahan diri atau gimana. Tapi dalam perkawinan, biasanya kalau tidak dipelihara, emotional intimacy-nya menurun," kata Anna, Selasa, 9 Januari 2018. "Masing-masing (suami dan juga istri), lalu hidup dalam dunianya sendiri. Kurang adanya koneksi atau hubungan yang mendalam tentang berbagai hal," katanya.

    Lebih lanjut, Anna mengatakan pasangan yang sudah memiliki anak akan lebih rentan mengalami penurunan emotional intimacy ini.

    Infografis: Melihat Hubungan Ahok dan Veronica

    "Biasanya kalau sudah punya anak, pembicaraan, waktu, dan energi suami-istri habis atau banyak tercurah ke situ. Kadang-kadang suami atau istri jadi terlupakan. Lalu jadi longgar hubungannya, tidak dekat lagi secara emosi, dan makin lama makin menjauh," ujar Anna.

    Kadang rasa yang muncul adalah sepi, bosan, dan jenuh. Kondisi ini jadi rentan ketika tahu-tahu ada pihak lain yang simpatik dan memenuhi kebutuhan emosi seorang wanita, apa pun itu. Dari yang semula hubungan hanya mengobrol biasa, lalu berkembang.

    "Dinamika (selingkuh) biasanya kurang-lebih sama antara perempuan dan laki-laki, sama-sama mencari pemenuhan kebutuhan dari orang lain, walau mungkin kebutuhannya bisa berbeda, tergantung individu," ucap Anna. "Hanya biasanya untuk perempuan, intimacy secara emosi lebih penting untuk terbangun dulu, barulah intimacy secara fisik," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?