Heboh Cacing, Ini 6 Parasit yang (juga) Mengancam Manusia

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peneliti di laboratorium. Shutterstock

    Ilustrasi peneliti di laboratorium. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih hangat diperbincangkan  ditemukannya cacing pada ikan makarel kalengan. Bahkan, BPOM telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait merek-merek sarden kalengan yang juga terindikasi memiliki cacing pada ikannya.

    Cacing termasuk ke dalam jenis parasit, yang memiliki aneka ragam bentuk dan risiko masing-masing.

    Berikut ini adalah jenis-jenis parasit yang mengerikan bahkan menyebabkan dapat kematian.

    1. Tawon zombie (Ampulex Compressa)
    Ampulex compressa disebut juga dengan tawon zombie. Kecoa adalah hewan yang menjadi incaran jenis parasit ini. Tawon betina akan menyerang langsung ke otak kecoa, melumpuhkan refleks kecoak, kemudian memanfaatkan tubuh kecoa yang telah terinfeksi untuk memberi makan anak-anaknya. Setelah terinfeksi, tawon betina mengubur kecoa ke dalam tanah, meletakkan telur dalam perut kecoak. Saat telur menetas dan menjadi larva, larva akan memakan seluruh tubuh kecoak dari dalam hingga dapat membentuk kepompong dan melahirkan tawon zombie baru.

    Baca: 7 Jurus Sukses Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Merokok

    2. Kutu Pemakan lidah (Cymothoa Exigua)
    Hewan ini menjadi satu-satunya parasit pada ikan. Tidak hanya mengkonsumsi salah satu bagian tubuh inangnya,  kutu laut ini juga menggantikannya. Mereka masuk melalui insang ikan, kutu laut betina menempel pada lidah ikan, sedangkan kutu laut jantan menempel pada lengkungan bawah insang ikan. Betina akan memakan darah dari lidah ikan sampai organ tersebut layu dan mati. Kemudian, kutu laut akan menempelkan tubuhnya sendiri pada otot potongan lidah, dan menggantikan fungsi lidah dimana ikan bisa menggunakannya bagai lidah asli. Namun, begitu parasit ini menjadi lidah inang, beberapa parasit lain akan mulai menghisap darah inang dari dalam.

    3. Cacing mata (Loa Loa)
    Parasit ini umum ditemui di Afrika Barat dan Afrika Tengah. Cacing jenis nematoda ini menginfeksi manusia melalui gigitan lalat, dan menjelajahi jaringan tubuh manusia hingga bertahun-tahun. Gejala yang muncul adalah rasa gatal, pembengkakan, bahkan dapat mengalami kerusakan otak. Keberadaan cacing ini diketahui jika ia telah mencapai mata, dimana dapat dengan mudah dilihat. Yang mengerikan, seseorang yang terinfeksi bisa merasakan parasit ini saat menggeliat di jaringan lunak di bawah kornea mata.

    4. Cacing naga (Dracunculus)
    Cacing Guinea, atau Dracunculus, memiliki arti 'naga kecil' dalam bahasa Latin. Manusia dapat terinfeksi ketika meminum air kotor dimana ada kutu air kecil yang terinfeksi larva parasit ini. Bentuknya seperti spaghetti dan dapat tumbuh mencapai satu meter. Begitu berada di dalam tubuh seseorang, ia akan muncul melalui kulit, biasanya pada kaki. Hal ini akan mengakibatkan rasa sakit seperti terbakar yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu. 

    Baca: Ini 4 Dampak yang Muncul Jika Konsumsi Makanan Mengandung Cacing

    5. Bakteri  pengubah kelamin (Wolbachia)
    Bakteri parasit ini umumnya mengincar betina dengan menginfeksi dan menjadikan sel telur dalam tubuh betina sebagai inang. Namun, apabila jantan yang terinfeksi, bakteri ini bisa membunuhnya atau memaksa jantan berubah jadi betina. Meskipun wolbachia telah ditemukan pada manusia, sampat saat ini mereka hanya dapat memanipulasi invertebrata jantan seperti serangga dan cacing.

    6. Ikan vampir (Vandellia Cirrhosa)
    Jenis parasit ini mirip belut dan umum ditemui pada wilayah Amazon. Mereka disebut dengan ikan vampir karena cara memangsanya yang mengincar darah inang. Pada ikan, vandellia cirrhosa akan masuk melalui insang ikan dan memakan darah ikan. Dilansir dari Science Focus, terdapat juga manusia yang telah terkena parasit ini. Mereka memasuki lubang yang dapat ditemukan, seperti anus, kemudian menempatkan dirinya di dalam menggunakan duri yang menghadap ke belakang. Bahkan, ada laporan yang menyatakan ikan ini berenang pada aliran kencing dan penis pria. Puas memakan darah, parasit ini pun akan mati di dalam tubuh manusia tersebut. Hanya operasi yang bisa mengeluarkannya.

    SCIENCE FOCUS | GIZMODO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.