Apa Itu Sayuran Cruciferous? Khasiatnya Menyehatkan Jantung

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kol, kembang kol, dan brokoli

    Kol, kembang kol, dan brokoli

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi sayuran berjenis "cruciferous" bisa melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular, ungkap studi dalam Journal of American Heart Association.

    Sayuran Cruciferous merujuk pada genus Brassica, misalnya kubis, kembang kol, brokoli, kubis Brussel, kangkung, lobak, lobak, selada air dan sawi hijau.

    Sayuran ini merupakan sumber serat; vitamin C, E, dan K; beberapa karotenoid; folat; dan mineral. Ada juga kandungan senyawa belerang yang dikenal sebagai glucosinolates, yang memunculkan rasa agak pahit dan bau menyengat.

    Dalam sebuah studi, peneliti dari University of Western Australia, Lauren Blekkenhorst dan tim mencatat adanya hubungan antara konsumsi banyak sayuran dan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke. 

    Baca juga:
    Fakta Kanker Paru, Betulkah Dia Si Misterius yang Baik Hati?
    Jangan Salah Mengkonsumsi Vitamin C, Tilik Petunjuk Dokter

    Mereka menjelaskan, mengukur ketebalan dinding arteri karotid di leher dapat memprediksi risiko serangan jantung dan stroke, karena itu merupakan indikator aterosklerosis, "penyebab yang mendasari penyakit kardiovaskular.

    Aterosklerosis adalah suatu kondisi menumpuknya plak di dinding bagian dalam arteri. Plak ini terbuat dari kolesterol, molekul lemak, kalsium, dan senyawa lain di dalam darah.

    Seiring waktu, penumpukan plak menyebabkan arteri menyempit dan mengeras, lalu membatasi aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke organ dan jaringan.

    Akhirnya, aliran darah dapat menjadi sangat terbatas sehingga menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kadang-kadang bahkan kematian. Demikian seperti dilansir Medical News Today.

    Baca: Waspada Ancaman Cyber, Anak Rentan Jadi Korban


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.