Jumat, 20 Juli 2018

Drama dengan Anak di Pagi Hari, Jangan Gunakan Kekerasan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com

    Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa kali terdengar para ibu harus memarahi anaknya yang tidak bisa kooperatif saat bangun pagi. Terkadang si anak enggan bangun pagi dan tidak mau berangkat sekolah. Lain waktu, si anak tidak mau mandi atau tidak mau sarapan. Psikolog anak dari Tiga Generasi, Vera Itabiliana Hadiwidjojo (43) menilai sikap anak yang terlihat tidak kooperatif seperti sulit bangun pagi pasti ada penyebabnya.

    Yang perlu dilakukan orang tua, cari penyebabnya dan perbaiki. Misalnya, mungkinkah anak terlambat bangun karena tidurnya terlalu larut? Jika itu penyebabnya, upayakan untuk memperbaiki jam tidur anak. “Atau bisa jadi sumber masalah sebenarnya bukan berasal dari anak, namun dari ibu sendiri. Misalnya ketidaksiapan menjadi ibu, ada masalah lain yang membebani ibu, seperti kesal terhadap pasangan sehingga pelampiasannya ke anak,” Vera mengulas. Baca: Ada Kartu BPJS, Masih Perlu Miliki Asuransi Swasta?

    Hati-hatilah karena penyelesaian konflik dengan cara yang salah akan membentuk karakter anak di masa mendatang.

    Menyelesaikan drama dengan cara kekerasan akan memberikan dampak jangka panjang bagi buah hati Anda. Anak belajar dengan mengamati bagaimana orang-orang di sekitarnya menyelesaikan masalah dan bagaimana ia diperlakukan oleh orang tuanya sendiri. Baca: Kota di Dunia dengan Produksi Sampah Terbesar

    “Jika terbiasa melihat kekerasan atau diperlakukan kasar, maka anak akan belajar bahwa begitulah bentuk hubungan antara orang tua dan anak sehingga ia akan menerapkan pola itu saat menjadi orang tua kelak,” kata Vera.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.