Jumat, 20 April 2018

Kota di Dunia dengan Produksi Sampah Terbesar

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kantong sampah. Shutterstock

    Ilustrasi kantong sampah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggelar kegiatan pembersihan sampah di kawasan pesisir pantai Cilincing, Jakarta Utara. Acara pembersihan sampah ini dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

    "Temanya hari ini adalah bersih perairan, jadi kami mengadakan kerja bakti bersih-bersih di teluk Jakarta," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu, 15 April 2018. 

    Sampah selalu menjadi masalah di berbagai tempat. Selain dampak kebersihan, dampak kesehatan juga akan berpengaruh tergantung pengelolaan dan penempatan sampah di suatu tempat. Berdasarkan data dari Direktur Jenderal Pengelola Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebanyak 9,85 miliar lembar sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya di Indinesia dan mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun. Baca: 5 Hal yang Buktikan Kencan Jadikan Diri Lebih Baik

    Berikut TEMPO.CO rangkum kota-kota besar dunia yang memproduksi sampah terbanyak.

    New York

    New York, seperti dilaporkan di The Guardian, merupakan kota paling boros di dunia. Pemborosan dalam hal ini mengartikan New York menggunakan energi terbanyak (setara dengan satu supertanker minyak setiap 1,5 hari), membuang sebagian besar sampah (33 juta ton per tahun), dan menggunakan air paling banyak. Hal ini sesuai dengan studi yang diterbitkan di Proceedings of National Academy of Sciences (PNAS).

    Meksiko

    Kota Meksiko menghasilkan sampah terbanyak setelah New York, yaitu sebanyak 12 juta ton per tahun. Pada tahun 2011, Kota Meksiko menutup bendungan terbesarnya, dimana hal ini menyebabkan sampah menumpuk di tempat pembuangan ilegal dan ditinggalkan begitu saja di jalanan. Ini menjadi bukti tidak adanya kebijakan yang komprehensif untuk pengumpulan, pembuangan dan pemrosesan limbah perkotaan. Namun, saat ini, sejumlah inisiatif daur ulang telah diluncurkan, termasuk salah satu yang memungkinkan warga berdagang barang daur ulang untuk mendapatkan voucher membeli buah dan sayuran segar. Baca: Belajar Menata Meja Makan, Yuk? Kini Giliran Gaya Eropa

    Tokyo

    Penghasil sampah terbesar ketiga di antara kota-kota besar dunia adalah Tokyo. Tokyo memiliki 50 persen lebih banyak penduduk dibandingkan Meksiko, namun penghasil sampah terbanyak di bawah Meksiko. Jepang sangat padat penduduknya, sampai-sampai tidak memiliki ruang untuk pembuangan sampah. “Siklusnya adalah ketika pendapatan suatu wilayah naik, pola konsumsi penduduknya akan lebih banyak secara umum,” ungkap seorang analis riset di World Resources Institute, Alex Kovac. Dengan semakin banyak pola konsumsi penduduk suatu wilayah, menurut Alex, akan semakin banyak yang terbuang dan dibuang.

    Kota-kota di Cina

    Di Cina, limbah tumbuh dua kali lebih cepat dari populasinya. Berdasarkan catatan Globe and Mail, Cina saat ini memproduksi rata-rata 1,12 kilogram per orang untuk limbah perumahan tiap harinya. Beberapa kota Cina yang terkenal dengan masalah sampah adalah Beijing, Guangzhou, dan Shenzhen. Solusi dengan membakar sampah, pada akhirnya, hanya memperburuk udara kotor di Cina yang sudah terkenal. Baca: Kemdikbud Siapkan Bantuan Dana Buat Film tentang Karakter Bangsa

    Mumbai dan Delhi

    Mumbai menghasilkan limbah paling besar kelima dari kota besar di dunia. Kota dengan penduduk lebih dari 18 juta orang ini menghasilkan 11.000 metrik ton sampah per hari. Pembungkus plastik dan botol mengisi selokan-selokan, pembakaran sampah halaman belakang berkontribusi terhadap polusi udara, dan sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah terbuka raksasa. Di Delhi sendiri, terjadi peningkatan sampah sebesar 50 persen pada tahun 2007 sampai 2012. Hal ini disebabkan kurangnya sistem pengambilan sampah formal yang mengarah ke pegunungan sampah, kemudian juga pemulung memilah-milah sampah untuk apa pun yang dapat digunakan kembali atau dijual kembali. Masalah sampah Delhi dan kabutnya yang luar biasa dapat menjadikan Delhi sebagai kota terkotor di dunia. Baca: Sudahkan Anda Memiliki Keluarga Sehat? Cek 12 Indikator Ini

    Jakarta

    Pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menjadi faktor risiko produksi sampah. Jakarta, misalnya, merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk tercepat di dunia. Ditambah, dengan kebiasaan penduduk Jakarta yang terbiasa membuang barang-barang rumah tangga mereka di perairan terdekat. Begitu banyak hingga jika dikumpulkan, dalam satu hari saja bisa terkumpul 100 ton sampah.

    MARTHA WARTA |  BISNIS.COM | THEGUARDIAN | SYAFIUL HADI | ANASTASIA PRAMUDITA DAVIES


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Bandara Kertajati Siap Sambut Musim Mudik

    Tahap pertama pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, nyaris rampung. Bandara internasional tersebut ditargetkan siap sambut pemudik.