Senin, 22 Oktober 2018

Kak Seto: Jangan Sebut Anak Pelaku Teroris, Mereka Pasti Dibujuk

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seto Mulyadi alias Kak Seto  menjeguk pasangan suami istri Alvyna Jayanti Ellyzart dan Louis Gunawan Khoe, yang tengah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Mei 2017. TEMPO/Irsyan

    Seto Mulyadi alias Kak Seto menjeguk pasangan suami istri Alvyna Jayanti Ellyzart dan Louis Gunawan Khoe, yang tengah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Mei 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejadian bom di Surabaya, melibatkan anak. Kak Seto mengingatkan bahwa anak-anak adalah golongan yang harus dilindungi. Ia meminta para pihak berwajib untuk tidak menyebut anak sebagai pelaku teroris.  Baca: Sebelum Usia 25, Penuhi Zat Kalsium Agar Tidak Osteoporosis

    Pria dengan nama asli Seto Mulyadi ini menegaskan bahwa anak-anak bukanlah teroris. "Mereka itu adalah korban, bukan pelaku. Anak-anak itu diberikan bujuk rayu, pemaksaan, atau intimidasi. Hal ini harus diwaspadai karena akan lebih banyak lagi anak-anak yang dijadikan korban untuk melakukan tindakan terorisme,” katanya di acara Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja 15 Mei 2018.  

    Anak-anak dianggap sebagai golongan yang sangat mudah untuk masuk ke ‘gawang lawan’. Para petugas sering kali tidak mencurigai anak-anak karena dianggap masih bersih, polos, dan gembira. Tetapi tiba-tiba saja anak-anak dipasangi bom lalu diledakan. Baca: Putus Cinta? Dunia Belum Berakhir, Lakukan 3 Jurus Ini

    Menurut Kak Seto, anak-anak sangat mudah dikenakan sugesti. Sugesti positif akan menjadikan anak mempunyai kemuliaan dan kebijaksanaan tinggi. Sebaliknya sugesti yang negatif bisa menjadi pelaku kejahatan ataupun terorisme ini. “Jadi ibaratnya melindungi anak itu perlu orang sekampung, perlu bersama-sama. Jadi mohon ada kepedulian," katanya.

    Ia menyarankan agar kelompok masyarakat setingkat rukun tetangga dan rukun warga mau ikut melindungi anak. Sehingga bila ada orang tua yang berlaku mencurigakan terhadap anaknya, warga bisa peduli dengan mengambil tindakan. "Kalau sudah tidak ada lagi yang dapat dilakukan, warga harus segera lapor ke polisi," katanya. Baca: Faktor Emosi Picu Serangan Jantung? Ini Kasus Ayah Meghan Markle

    Menurut Kak Seto, saat ini masih banyak kelompok warga yang tidak peduli kepada anak-anak lingkungan sekitarnya. Sehingga ada anak yang terhasut ke wilayah terorisme. Kak Seto memohon agar betul-betul ada kepedulian bersama untuk saling melibatkan, mendengar, dan mengawasi sekitar. Diperlukan kewaspadaan dan kepedulian bersama, serta melakukan tindakan nyata. "Sifat gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan dalam lingkup RT, RW, desa dan harus lebih ditingkatkan. Ingat, 'Membutuhkan satu desa untuk membesarkan anak', tidak hanya orang tua," kata Kak Seto mengutip pepatah .

    ANGGIANDINI PARAMITA MANDARU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.