Jumat, 25 Mei 2018

5 Indikasi Hubungan Anda dan Pasangan Tidak Akan Langgeng

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan jenuh. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan jenuh. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua orang pastinya ingin agar hubungannya bertahan hingga jangka waktu yang lama. Bagi orang yang sudah berkomitmen dengan pasangan dalam jangka waktu yang sangat lama, pasti tahu bahwa hubungan adalah mengenai kerja keras. Kedua belah pihak perlu memasukkan energi dan upayanya masing-masing. Karena jika tidak, hubungan tersebut bisa mengacu kepada kegagalan. Baca: Jangan Minum Teh Saat Makan Nasi dan Lauknya, Ini Kata Ahli

    Bila Anda sedang merajut hubungan, pernahkah terlintas dalam pikiran Anda apakah pasangan Anda adalah orang yang tepat? Apakah hubungan ini dapat bertahan lama? Anda tahu, tidak ada hubungan yang dapat diprediksi jangka waktunya. Untuk itulah, berikut TEMPO.CO rangkum beberapa tanda atau kesalahan di awal hubungan, yang menandakan hubungan Anda tidak akan bertahan lama.

    1. Tidak berkomunikasi untuk setiap masalah yang dimiliki
    Untuk membangun hubungan yang awet, hampir tidak ada kemampuan yang lebih penting daripada mampu berkomunikasi dengan pasangan Anda, terutama ketika menyangkut masalah atau ketidaksepakatan dalam hubungan. Pada awalnya, mungkin sulit untuk menyuarakan setiap keluhan yang Anda miliki dalam hubungan, namun hal tersebut sangat penting dilakukan. Perasaan negatif yang belum terselesaikan hanya akan menjadi nanah dan berubah menjadi kebencian. Hal ini tentunya akan menjadi bom waktu dalam hubungan Anda ke depannya. Baca: 5 Manfaat Menelan Sperma, Membantu Tidur Lebih Nyenyak

    2. ’Mengancam’ dengan kata putus untuk dapatkan yang Anda mau
    Kecuali Anda benar-benar berencana untuk meninggalkan pasangan Anda, adalah hal yang tidak sehat dan tidak dewasa menggunakan kata ‘putus’ sebagai ancaman. Terlebih, hal tersebut ternyata hanya diungkapkan untuk menyelesaikan masalah atau agar Anda menang dalam argumen tertentu, atau bahkan mendapatkan hal yang Anda mau. Jika berlanjut seperti ini, Anda tidak akan memiliki hubungan yang sehat.

    Ilustrasi pasangan bermasalah. Shutterstock.com

    3. Bercerita masalah Anda kepada semua orang, namun tidak pasangan Anda
    Meskipun melampiaskan stres hubungan Anda dengan teman dekat dan keluarga adalah hal yang baik, tetapi mereka tidak seharusnya menjadi satu-satunya pihak yang mengetahui masalah Anda. Anda juga harus merasa nyaman untuk berbicara dengan pasangan Anda. Terlebih jika hal tersebut menyangkut hubungan antara Anda dengan pasangan. Dengan saling terbuka dan juga membangun komunikasi yang lancar antar individu, Anda bisa menjaga atau mencegah hubungan yang sehat untuk masa depan. Baca: Menu Makan Malam Pertama Sahur, Jangan Gorengan dan Kafein

    4. Mengabaikan hal-hal kecil
    Mungkin hal ini sering dialami pasangan baru. Mereka memilih untuk mengabaikan ciri-ciri kepribadian yang kurang ideal di awal hubungan. Entah karena Anda sedang kasmaran, atau karena Anda benar-benar ingin semuanya berjalan lancar. Tetapi, jangan mengabaikan hal-hal seperti kebohongan, pemanggilan nama yang kasar, kecemburuan yang dilebih-lebihkan, atau konsumsi zat terlarang. Ingatlah, bahwa hal-hal tersebut dapat menjadi tanda peringatan hubungan yang beracun di masa depan Anda.

    5. Bertindak terlalu terbuka
    Berhati-hatilah dalam bersikap terlalu santai. Hal seperti menertawakan hubungan yang terlalu dekat antara pasangan Anda dan mantannya di tahap awal hubungan mungkin menjadi upaya Anda terlihat keren. Akan tetapi, tidak ada yang menjamin perasaan Anda dapat tetap terjaga atau tidak merasa kecemburuan. Bahkan, yang berbahaya adalah jika Anda merasa marah untuk hal yang tidak jelas. Maka, pastikan untuk selalu mengekspresikan perasaan Anda yang sebenarnya.

    BUSTLE | STYLECASTER | PSYCHOLOGY TODAY


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.