Sabtu, 17 November 2018

5 Fakta Razan Najjar, Ternyata akan Umumkan Pertunangan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Razan Najjar, seorang perawat yang bekerja secara sukarela sebagai tim medis di tengah protes Palestina terhadap Israel di Jalur Gaza. Wanita 21 tahun itu tewas ditembak oleh militer Israel pada Jumat sore, 1 Juni 2018. manartv.com.lb

    Razan Najjar, seorang perawat yang bekerja secara sukarela sebagai tim medis di tengah protes Palestina terhadap Israel di Jalur Gaza. Wanita 21 tahun itu tewas ditembak oleh militer Israel pada Jumat sore, 1 Juni 2018. manartv.com.lb

    TEMPO.CO, Jakarta - Razan Najjar merupakan seorang pekerja bantuan medis darurat asal Palestina. Terjadi penembakan  yang dilakukan tentara Israel yang mengenai tubuh Razan dan akhirnya menewaskan Razan Najjar yang dilakukan oleh  tentara Israel.

    Dilansir dari Heavy, para saksi mengatakan kepada New York Times bahwa Razan mengenakan seragam dokter warna putih dan sedang merawat seorang pengunjuk rasa yang terluka ketika ditembaki. Perwakilan rumah sakit Khan Younis, tempat Razan Najjar dilarikan setelah kejadian, mengatakan Razan memiliki luka tembak di dada dengan keadaan luka mencapai bagian belakang tubuh. Baca: Kaki Anak Usia 2 Tahun Berbentuk O? Simak Kata Ahli

    Berikut beberapa fakta mengenai Razan Najjar yang telah TEMPO.CO rangkum.

    Razan merupakan relawan medis yang tewas ditembak tentara Israel saat berupaya mengevakuasi korban dari pagar perbatasan Gaza-Israel.

    1. Ribuan warga Palestina mengiringi pemakaman Razan
    Ribuan warga Palestina, dan diantaranya banyak yang berpakaian seragam medis putih, mengiringi jenazah Razan ke pemakamannya. Tubuh Razan Najjar dibungkus dengan bendera Palestina ketika prosesi pemakaman dimulai. Perjalanan dimulai dari rumah sakit Khan Yunis menuju daerah tempat tinggalnya. Beberapa warga Palestina yang marah, setelah pemakaman Razan Najjar menyerukan balas dendam menuju ke pagar perbatasan, melemparkan batu kepada tentara Israel.

    2. Melanggar perjanjian Jenewa
    Lembaga Bantuan Medis Palestina mengatakan bahwa menembaki personil medis adalah kejahatan perang di bawah konvensi Jenewa. Muncul reaksi Internasional terhadap pelanggaran hukum humaniter oleh Israel di perbatasan Gaza. Juru bicara dari militer Israel tidak berkomentar apapun mengenai hal tersebut. Bahkan, dikabarkan bentrokan kembali lanjut pada Sabtu malam, setelah pemakaman Razan.

    3. Terjadi bentrokan antara warga Gaza dan tentara Israel
    Sejak 30 Maret 2018 warga Gaza mengadakan protes di perbatasan Israel. Mereka menuntut kembalinya tanah yang diambil selama perang tahun 1948. Lebih dari 120 warga sipil Gaza telah tewas dalam dua bulan terakhir sejak protes tersebut dimulai. Razan Najjar menjadi salah satu korban yang tewas akibat penembakan yang dilakukan tentara Israel. Baca: Pakai Koteka ke Kampus, Mahasiswa : Sama Seperti Batik


    Razan Najjar saat menolong para pengunjuk rasa Palestina yang terkena semburan gas air mata saat kerusuhan di Jalur Gaza, 1 April 2018. Razan merupakan warga Khuzaa, sebuah desa pertanian di perbatasan Israel, sebelah timur Khan Younis, kawasan selatan Jalur Gaza. Xinhua photo

    4. Wawancara terakhir Razan Najjar
    New York Times sempat mewawancarai Razan Najjar di Gaza, sebulan sebelum peristiwa penembakan terjadi. Nazar merupakan satu-satunya petugas medis wanita yang mau menanggapi keadaan darurat medis selama protes yang diajukan oleh Hamas, kelompok militan yang mengontrol Gaza.  Ia mengungkapkan bahwa seluruh tim medis memiliki satu tujuan, yaitu menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi orang. Ia juga mengatakan bahwa dirinya memiliki harapan agar dapat mengirim pesan ke dunia, bahwa ‘tanpa senjata, kita bisa melakukan apa saja.’ Terakhir, Razan Najjar juga menyinggung bahwa Gaza membutuhkan lebih banyak dokter wanita seperti dirinya. Baca: Ramalan Cinta Juni 2018, Scorpio Alami Cinta Pandangan Pertama

    5. Razan akan mengumumkan pertunangannya
    Dilansir dari Independent UK, kabarnya Razan Najjar akan segera mengumumkan pertunangannya setelah bulan Ramadan. Seorang relawan pekerja ambulans bernama Izzat Shatat mengakui bahwa dirinya dan Razan berencana untuk mengumumkan pertunangan mereka. Namun, sayangnya rencana tersebut tidak akan pernah terjadi dengan perginya Razan setelah tertembak oleh tentara Israel saat sedang bertugas.

    WASHINGTONPOST | INDEPENDENT UK | HEAVY | DW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.