Kacang Kenari Bantu Cegah Diabetes Tipe 2

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kacang Kenari. Dok: StockXpert

    Kacang Kenari. Dok: StockXpert

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut sebuah studi, konsumsi walnut atau kacang kenari bisa mengenyahkan hampir separuh risiko seseorang terkena diabetes tipe-2. Studi yang melibatkan 34 ribu orang dewasa itu menunjukkan bahwa konsumsi kacang kenari sekitar 3 sendok makan berhubungan dengan 47 persen lebih rendah terkena diabetes tipe-2.

    “Hubungan kuat antara konsumen kenari dan prevalensi rendah diabetes tipe-2 adalah pembenaran tambahan untuk memasukkan walnut dalam makanan. Penelitian lain menunjukkan bahwa walnut juga bermanfaat bagi fungsi kognitif dan kesehatan jantung,” kata Lenore Arab dari University of California, Los Angeles (UCLA).

    Baca: Kacang-kacangan, Camilan Lebaran Paling Diminati Tahun Ini

    Untuk penelitian ini, tim peneliti mengamati 34.121 orang dewasa berusia 18-85 tahun. Mereka menanyai para partisipan ini soal asupan makanan serta apakah terkena diabetes dan menggunakan obat untuk penyakitnya itu.

    Hasilnya, mereka yang mengonsumsi kacang kenari menunjukkan risiko yang lebih rendah untuk diabetes Tipe-2 dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kacang tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, pendidikan, indeks massa tubuh dan aktivitas fisik.

    Baca: Diet dengan Selai Kacang, Ini Penjelasan dari Ahli

    Kenari adalah sumber yang kaya lemak tak jenuh ganda (13 gram per ons), dan satu-satunya kacang yang mengandung sejumlah besar asam alfa-linolenat (ALA) - asam lemak omega-3 nabati (2,5 gram per satu ons). Makanan ini juga mengandung protein (4 gram per satu ons) dan serat (2 gram per satu ons).

    Penelitian sebelumnya seperti dilansir Indian Express menunjukkan bahwa konsumsi setengah cangkir kacang kenari per hari dapat membantu melindungi sistem pencernaan karena meningkatkan jumlah bakteri probiotik dalam usus dan menangkal risiko penyakit jantung dan otak serta kanker.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.