Rabu, 17 Oktober 2018

Waspada Minuman Berenergi, Efeknya Lebih dari Cokelat dan Permen

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minuman berenergi. foto : holamun2.com

    Minuman berenergi. foto : holamun2.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula  meningkatkan perilaku berisiko pada anak usia 11 hingga 15 tahun. Penelitian yang digelar Bar Ilan University di Israel, itu pun menyebutkan, anak yang mengkonsumsi terlalu banyak gula  cenderung menjadi brutal, minum alkohol, dan merokok.

    Baca juga: Buah Bit, Solusi Gula Bagi Penderita Diabetes? Cek Risetnya

    Lebih jauh diungkapkan juga bahwa anak-anak hampir tiga setengah kali lebih cenderung menjadi pengganggu bila mereka makan banyak permen dan minuman berenergi, sebuah penelitian menemukan fakta tersebut.

    Penelitian lain mengungkapkan bahwa kadar gula tinggi membuat anak lebih berpotensi dua kali lebih banyak terlibat perkelahian, dan 9 persen  lebih cenderung menjadi pemabuk. Demikian laporan dailymail, yang dikutip Rabu, 10 Oktober 2018.
    Ilustrasi minuman bersoda. TEMPO/Rully Kesuma
    Para ahli di belakang penelitian ini berkata bahwa minuman berenergi memperburuk perilaku anak lebih dari cokelat atau permen, karena di dalamnya mengandung kafein juga.

    Penelitian yang dilakukan terhadap 137.284 anak usia 11, 13, atau 15 tahun dan hidup di 25 negara Eropa atau Kanada. Para peneliti membandingkan berapa banyak kadar gula yang dikonsumsi anak dengan berapa banyak mereka terlibat perkelahian, menganggu satu sama lain, mengisap rokok, minum alkohol, dan mabuk.

    Mereka menemukan ada korelasi yang kuat di antara keduanya.

    Demikian juga penelitian di Inggris, anak-anak yang mengkonsumsi banyak permen, cokelat, dan minuman berenergi itu 89 persen cenderung merokok dan 72 persen cenderung minum alkohol. Mereka juga 2,13 kali cenderung terlibat perkelahian dan memiliki peluang 69 persen lebih tinggi menjadi penganggu.

    Penelitian ini untuk pertama kali melihat efek gula terhadap kekerasan dan penyalahgunaan zat pada anak.
    Ilustrasi anak terluka. guiainfantil.com
    Kendati tidak disebutkan kadar gula yang menjadi acuan penelitian, National Health Service (NHS) memiliki pedoman yang jelas.

    Anak-anak usia di atas 11 tahun tidak mengonsumsi lebih dari 30 gram gula tambahan per hari, namun terdapat makanan dengan kadar gula tinggi, seperti dalam minuman karbonasi (35 gram) dan cokelat bar (33 gram).

    Sementara itu, untuk anak yang usianya lebih muda usia 4 hingga 6 tahun itu tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 19 gram gula per hari.

    Para penulis penelitian menuliskan bahwa hubungan antara minuman manis dan keterlibatan kekerasan di dalamnya adalah berasal dari permen dan cokelat.

    "Karena minuman bergula juga sering mengandung banyak zat adiktif, termasuk kafein, termasuk gula yang dikombinasikan dengan beberapa zat adiktif yang terkandung dalam minuman ringan juga menjadi prediktor yang kuat atau konsisten," pungkas mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.