Kamis, 15 November 2018

Berat Badan Pretty Asmara Sempat Turun Drastis, Seharusnya?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pretty Asmara pun mengawali karir sebagai aktris di sinetron

    Pretty Asmara pun mengawali karir sebagai aktris di sinetron "Dulung" di tahun 1996. Dan Pretty Asmara pun pernah menjadi vokalis band bernama Marys Queen Band (MQB) yang dibentuk kakak iparnya. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Pretty Asmara meninggal di usia 41 tahun pada Minggu 4 November 2018 pagi di RS Pengayoman, kawasan LP Cipinang, Jakarta Timur. Pihak rumah sakit menyebutkan aktris pemain sinetron Saras 008 itu meninggal karena ada masalah pada paru-paru dan hati. Pada September 2018, dia dikabarkan sakit dan turun berat badan hingga 30 kilogram.

    Baca: Dokter Jelaskan Infeksi Paru-paru yang Diderita Pretty Asmara

    Dokter Daniel, Kepala RS Pengayoman menerangkan penyakit yang diderita Pretty Asmara sudah lama. Alasannya, sejak masuk rumah sakit sudah diketahui ada infeksi pada organ penting. "Kemungkinan (penyakit) ada sebelum masuk ke Rutan. Karena proses infeksi di paru-paru itu dengan proses infeksi di hati langsung seketika. Mungkin prosesnya lama ya, sebelum masuk rumah tahanan sudah ada penyakit sebelumnya. Cuma mungkin almarhumah nggak pernah check up, pas masuk rutan baru keluar gejalanya," kata Daniel di RS Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, Minggu 4 November 2018.

    Pretty Asmara berat badannya menyusut dengan sangat drastis saat ia sakit. Memang, setiap orang ingin badan yang ideal. Olahraga secara berlebihan, melakukan diet ketat serta mengkonsumsi obat penurun badan pun dilakukan untuk mencapai target berat badan yang diinginkan. Namun berapa banyak sebaiknya seseorang menurunkan berat badan dalam sepekan?

    Menurut seorang ahli diet dan ahli gizi, Jessica Spendlove, mengurangi puluhan kilo dalam waktu singkat hanya akan menghilangkan otot dan air, bukan menghilangkan lemak. Penurunan berat badan secara drastis juga dapat memperlambat proses metabolisme sehingga lebih mempersulit tubuh untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang dan lebih memudahkannya untuk naik. Selain itu, efek samping yang ditimbulkan dari penurunan berat badan secara drastis dapat mencakup ketidakseimbangan elektrolit, kekurangan gizi, dehidrasi, kelelahan, iritabilitas, sakit kepala, konstipasi, pusing, menstruasi tidak teratur dan kehilangan otot.

    Untuk penurunan berat badan dalam sepekan pun tidak memiliki angka pasti. Semuanya akan bergantung pada berat badan seseorang dan tingkat aktivitas mereka saat ini. Namun menurut seorang ahli nutrisi, Fiona Tuck, penurunan berat badan secara ideal adalah 0,5 hingga 1 kilogram perpekan atau 2 hingga 4 kilogram dalam satu bulan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat juga mengatakan bahwa mereka yang berhasil menurunkan berat badan dengan angka tersebut secara stabil adalah yang paling berhasil dalam menjaga berat badan agar tidak kembali naik.

    Baca: Pretty Asmara Meninggal, Ade Nurul Kenang 20 Tahun Persahabatan

    Angka tersebut nyatanya mudah didapatkan. Seperti yang diketahui, untuk menghilangkan satu kilogram lemak, seseorang harus menurunkan sekitar 7000 kalori. Oleh karena itu, jika seseorang ingin menurunkan 0,5 hingga 1 kilogram lemak dalam seminggu, seseorang harus mengurangi asupan makanan sebesar 500 hingga 1000 kalori per hari. Akan tetapi, total kalori yang harus masuk ke dalam tubuh tidak boleh kurang dari 1200 kalori. Untuk meraih hasil yang maksimal, selain mengunci batas kalori, seseorang harus olahraga secara teratur, yaitu selama 30 menit per hari.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | HUFFINGTONPOST | LIVESTRONG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.