Marah? Coba Luapkan di Tempat ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi marah (pixabay.com)

    Ilustrasi marah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernah merasa begitu marah hingga ingin membanting apa pun yang ada di depan mata? Mungkin sebaiknya Anda mencoba apa yang dilakukan para pengunjung Smash di Beijing. Smash merupakan ruangan khusus yang dibuat untuk melampiaskan amarah.

    Baca juga: Marah Karena Tak Ada yang Empati? Tak Perlu, Tilik 6 Jurus Ini

    Qiu Siyu, misalnya, beberapa kali mengayunkan tongkat baseball untuk menghancurkan apa yang terlihat seperti radio mobil tua, setelah dua temannya memukul telepon, mesin penanak nasi, bahkan manekin.

    Ketiganya membayar 158 yuan atau Rp330.000 untuk setengah jam di tempat ini. Para pengunjung mengenakan alat pelindung dan memakai palu serta pentungan untuk menyalurkan rasa frustrasi pada barang-barang rumah tangga, sementara staf memainkan musik latar pilihan mereka.

    Qiu, siswa 16 tahun, seperti dilansir Reuters, mengatakan dia berada di sana untuk menyalurkan kemarahan tentang sekolah. "Rasanya lega setelah menghancurkan botol-botol itu," kata dia seraya tersenyum.

    Sejak dibuka pada September lalu, pengunjung sudah menghancurkan sekitar 15.000 botol per bulan, kata Jin Meng, 25, yang mendirikan Smash dengan teman-temannya.

    Tanpa bertujuan mempromosikan kekerasan, Smash didirikan untuk membantu orang menghadapi tekanan hidup di kota besar seperti Beijing, ujar Jin. Target pengunjung mereka adalah orang berusia antara 20 hingga 35 tahun.

    Pengunjung lain, Lui Chao (32), terlihat santai dan senang setelah gilirannya selesai. "Jika kau punya uang, kau bisa menghancurkan apapun -- TV, komputer, botol anggur, perabotan, manekin, tapi satu-satunya yang tidak boleh adalah memukul manusia," kata Liu.

    Tempat serupa sudah ada di negara lain, termasuk Amerika Serikat.

    Jin mengatakan ada sekitar 600 orang berkunjung ke Smash di Beijing tiap bulan. "Seorang perempuan membawa foto pernikahannya ke sini, lalu memecahkan semuanya. Kami memperbolehkan orang untuk membawa barang mereka sendiri," ujar Jin.

    "Setiap kali kami menemukan kasus seperti ini, mereka menguatkan kepercayaan kami bahwa kami memberikan tempat aman untuk meluapkan energi negatif."

    Baca juga: Suka Rekam Saat Memarahi Anak? Waspadai Dampak Panjangnya

    Di Beijing, Jin mengatakan langkah selanjutnya adalah membuka ruang kemarahan di pusat perbelanjaan di mana orang bisa rehat dari belanja untuk memecahkan satu atau dua botol.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.