Merasa Sedih Setelah Bercinta dengan Pasangan, Kenali Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah bercinta, kebanyakan orang merasa senang dan rileks. Tapi ternyata ada juga sebagian orang yang merasakan hal sebaliknya, tiba-tiba merasa sedih, mudah tersinggung, dan merasa terisolasi. Kondisi itu sering disebut dengan post sex blues atau postcoital dysphoria (PCD).

    BacaIngin Bercinta Lebih Lama? Perhatikan 5 Hal Ini

    Post sex blues umumya dialami wanita. Dalam sebuah studi yang dimuat di Journal of Sexual Medicine, Dr. Robert Schweitzer dan tim menemukan bahwa 46 persen dari 230 wanita yang disurvei mengaku mengalami PCD setidaknya sekali.

    Tapi, dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada 2018, ternyata sindrom ini juga dialami oleh pria. Sebanyak 41 persen dari 1.200 pria yang disurvei mengatakan pernah mengalami PCD selama hidup.

    Fenomena ini memang unik. Tim peneliti yang pernah melakukan studi yang diterbitkan pada 2011 mengatakan bahwa dalam keadaan normal, fase penyelesaian aktivitas seksual memunculkan sensasi perasaan senang bersamaan dengan relaksasi psikologis dan fisik.

    “Namun, individu yang mengalami PCD bisa langsung merasakan hal yang berbeda setelah hubungan seksual, perasaan melankolis, menangis, cemas, dan mudah marah."

    Tak ada yang mengetahui secara pasti penyebab munculnya fenomena ini. Tapi beberapa ahli mengajukan tiga teori mengenai hal yang mungkin terjadi di balik respons emosional ini.

    1. Hormon

    Terapis seks Ian Kerner mengatakan kepada Health bahwa berhubungan seks dapat memicu pelepasan oksitosin atau hormon cinta, yang membuat orang merasa terikat dan terhubung dengan orang lain. Tetapi setelah hubungan seks selesai, kerja hormon itu berubah. Itu membuat orang beralih dari merasa sangat dekat, baik secara emosional maupun fisik, menjadi merasa sendirian, ditolak, atau merindukan apa yang tidak benar-benar ada. 

    Tufts University punya pendapat hampir sama. Saat berhubungan seks, biasanya tingkat dopamin lebih tinggi daripada rata-rata dan untuk mengatasi ini, tubuh melepaskan hormon prolaktin setelah berhubungan seks. Penurunan dopamin yang tiba-tiba ini dikaitkan dengan PCD.

    2. Riwayat trauma

    Beberapa studi yang telah dilakukan menemukan riwayat pelecehan fisik, emosional, dan seksual berkorelasi dengan insiden PCD yang lebih tinggi, baik di antara pria dan wanita. Diketahui bahwa setelah mengalami pelecehan seksual atau fisik, terutama ketika anak-anak, dapat memiliki konsekuensi psikologis hingga orang itu bertambah tua dan mencoba menjalani kehidupan seks yang normal.

    3. Perasaan rentan

    Saat bercinta, Anda berbagi bagian paling pribadi yang biasanya disembunyikan. Tindakan itu kemudian dapat memicu emosi, yang biasanya Anda simpan untuk diri sendiri. "Perasaan rentan ini sering dipicu oleh aktivitas terlalu cepat atau terlalu banyak dari yang bisa ditangani oleh jiwa atau tubuh," kata pelatih seks Irene Fehr kepada Bustle.

    BacaMitos dan Fakta Seputar Seks yang Sering Bikin Bingung

    Ian Kerner juga menyebutkan, masa setelah bercinta  periode reflektif. Tak heran jika pada masa itu Anda bisa meluapkan emosi dan pengalaman yang selama ini biasa dipendam. 

    BUSTLE | HEALTH | MINDBODYGREEN


     

     

    Lihat Juga