Ini Alasan Mengapa Anak Harus Dibiasakan Tidur Teratur

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidur/mimpi buruk. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak tidur/mimpi buruk. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Tidur teratur ternyata membawa dampak positif untuk perilaku anak. Anak lebih mudah berkonsentrasi dan memiliki emosi lebih stabil dibandingkan dengan anak yang waktu tidurnya acak.

    BacaMendengkur Juga Bisa Dialami Anak-anak, Apa Penyebabnya?

    Hal itu terungkap dalam studi yang dimuat dalam jurnal Pediatrics di Inggris. Penelitian yang menjadi bagian dari studi yang dilakukan Millennium Cohort Study di Britania Raya ini memonitor perilaku kebiasaan tidur sekitar 10 ribu anak usia 3,5, dan 7 tahun.

    Hasilnya, disimpulkan bahwa anak-anak yang tidur di waktu yang acak setiap hari cenderung menunjukkan perilaku yang lebih sulit dihadapi. “Ada peningkatan nilai perilaku pada anak yang memburuk karena paparan dari masa kecil yang tidak mempunyai waktu tidur teratur,” ungkap studi ini. Perilaku yang sulit tersebut termasuk sulit konsentrasi, emosi tidak stabil, cepat marah, dan mudah menangis.

    Kabar baiknya, perilaku anak yang sulit tersebut dapat diubah dengan menerapkan pola tidur yang lebih teratur. Dan hal ini berlaku pula sebaliknya. Anak-anak yang biasa tidur di waktu yang rutin bisa berubah menjadi anak yang sulit dihadapi ketika waktu tidur mereka kembali berantakan.

    Para peneliti menyimpulkan, penting bagi anak untuk tidur di waktu yang teratur setiap hari karena hal itu memberikan pengaruh besar bagi perilaku anak. "Dan jelas ada kesempatan bagi orang tua untuk mengintervensi (waktu tidur anak) dengan cara mendukung keteraturan kegiatan keluarga yang akan memberikan pengaruh penting bagi kesehatan keluarga secara keseluruhan,” tulis mereka.

    Baca4 Trik Agar Anak Tidur Nyenyak di Malam Hari

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.