Stres Tingkatkan Penyakit Kardiovaskular

Reporter

Antara

Editor

Mitra Tarigan

Minggu, 21 April 2019 19:29 WIB

Ilustrasi. TEMPO/Zulkarnain

TEMPO.CO, JakartaStres bisa meningkatkan risiko seseorang terutama mereka di bawah usia 50 tahun terkena penyakit jantung. Hal itu disebutkan dalam sebuah studi dalam jurnal BMJ.

Baca: Harapan Caleg Terlampau Tinggi, Rentan Stres dan Gangguan Jiwa

Seperti dilansir dari Indian Express, Minggu 21 April 2019, dalam studi itu, para peneliti mengevaluasi data 136.637 orang di Swedia yang terdiagnosis mengalami stres, gangguan stres pasca-trauma dan lainnya.

Peneliti lalu membandingkan data mereka dengan 171.314 saudara kandung yang tidak mengalami stres dan 1.366.370 orang dalam populasi umum, yang belum didiagnosis stres. Kesehatan para partisipan diteliti hingga 27 tahun. Hasil studi memperlihatkan penderita stres 29 persen lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular daripada saudara kandung yang tak menderita stres.

Mereka juga 37 persen lebih rentan menderita penyakit jantung daripada orang-orang pada populasi umum. Pada tahun pertama setelah diagnosis, risikonya bahkan meningkat, yaitu 64 persen lebih tinggi dari saudara kandung dan 71 persen lebih tinggi dari populasi umum.

Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun. "Studi kami hanya melibatkan orang yang didiagnosis gangguan stres," kata Huan Song, penulis utama dan peneliti postdoctoral di University of Iceland.

Baca: Pilihan Anda Kalah pada Pemilu 2019? Jangan Emosi, Ini Saran Ahli

"Orang-orang yang mengalami depresi dan kecemasan juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Faktanya, siapa pun yang terkena stres berada pada risiko lebih tinggi," ujar Huan Song.






Tekanan Darah Menurut Kelompok Usia

11 jam lalu

Tekanan Darah Menurut Kelompok Usia

Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung menjadi lebih kaku dan plak dapat menumpuk di dalamnya, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.


3 Cara Mengatasi Kelelahan Mental Menurut Ahli

2 hari lalu

3 Cara Mengatasi Kelelahan Mental Menurut Ahli

Jika Anda benar-benar ingin menghentikan kelelahan mental, Anda harus mengutamakan diri sendiri


Apa Penyebab Aritmia dan Gejala Gangguan Detak Jantung Itu?

3 hari lalu

Apa Penyebab Aritmia dan Gejala Gangguan Detak Jantung Itu?

Kondisi aritmia ketika irama jantung yang terganggu atau tak teratur. Aritmia mempengaruhi kecepatan detak jantung


2 Kiat untuk Mengatasi Insomnia

3 hari lalu

2 Kiat untuk Mengatasi Insomnia

Gangguan sulit tidur saat malam menandakan gejala insomnia


5 Penyebab Orang Mengalami Insomnia

3 hari lalu

5 Penyebab Orang Mengalami Insomnia

Gangguan sulit tidur saat malam menandakan gejala insomnia


Kenali 5 Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan, Akibatkan Kelahiran Prematur sampai Kanker Paru-paru

4 hari lalu

Kenali 5 Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan, Akibatkan Kelahiran Prematur sampai Kanker Paru-paru

Berdasarkan Air Quality Indeks per 24 Juni 2022, polusi udara Jakarta di level ungu atau tidak sehat untuk dihirup. Apa dampaknya bagi kesehatan?


Dampak Overthinking bagi Kesehatan Mental dan Fisik

5 hari lalu

Dampak Overthinking bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Overthinking atau berpikir berlebihan bisa berdampak bagi kesehatan mental maupun fisik. Apa saja dampaknya?


Selain Nutrisi Ini 3 Hal yang Mempengaruhi Kesehatan Usus

5 hari lalu

Selain Nutrisi Ini 3 Hal yang Mempengaruhi Kesehatan Usus

Usus Anda menyentuh begitu banyak fungsi dalam tubuh sehingga sulit untuk mengetahui apa sebenarnya yang memicu masalah usus yang mungkin dialami


Apa Manfaat Olahraga Sebelum Tidur Malam?

6 hari lalu

Apa Manfaat Olahraga Sebelum Tidur Malam?

Olahraga sebelum tidur bisa membantu seseorang mudah terlelap


3 Aspek Manfaat Yoga untuk Menurunkan Berat Badan

6 hari lalu

3 Aspek Manfaat Yoga untuk Menurunkan Berat Badan

Seberapa efektif yoga untuk menurunkan berat badan sangat tergantung pada jenis yoga, menurut ahli