Penyakit Jantung juga Bisa Dialami Anak, Intip Cara Mendeteksinya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi

    Ilustrasi bayi

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah jantung tidak hanya dialami orang dewasa, tapi juga anak-anak bahkan bayi. Bedanya, penyakit jantung yang dialami anak-anak biasanya kelainan yang dibawa sejak lahir. Artinya, penyakit ini bisa dialami anak sejak di dalam kandungan.

    Ahli jantung anak Rumah Sakit Anak dan Bunda atau RSAB Harapan Kita  dr Winda Azwani, SpA(K) mengatakan, setiap tahun ada sekitar 8-10 dari 1.000 kelahiran bayi mengalami kelainan ini. Jika setahun ada sekitar 4,8 juta hingga 5 juta kelahiran, berarti ada sekitar 50 ribu bayi yang mengalami penyakit jantung bawaan.

    Bagaimana mengenalinya? Menurut dr Winda, penyakit jantung bawaan pada anak bisa dideteksi sejak di dalam kandungan. “Sebelum lahir bisa dilakukan fetal echocardiography. Ini sudah berkembang di sejak 10 tahun terakhir. Di RASB Harapan Kita sudah bisa dilakukan sejak dua tahun lalu,” kata dia di acara Forum Diskusi Philips “Atasi Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak Sejak Dini” di Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.

    Sayangnya, ahli untuk melakukan pemeriksaan ini masih sangat terbatas. Di Indonesia, jumlah dokter jantung anak yang mempelajari fetal echocardiography sangat sedikit. Begitu pun pakar obstetri dan ginekologi yang memiliki keahlian fetomaternal dengan sub spesialisasi fetal heart.

    “Tapi sekarang usg biasa juga bisa menunjukkan kemungkinan penyakit jantung bawaan. Jika sudah ada kecurigaan, nanti akan dicek oleh ahli jantung,” kata dia. 

    Winda mengatakan, kelainan jantung bawaan sulit dideteksi dari ibu hamil. Tapi, ada faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan penyakit jantung bawaan pada anak. “Faktor risiko itu misalnya ibu dengan diabetes melitus gestasional, diabetes melitus dengan terapi insulin, mengonsumsi obat antikejang dan asam retinoid, dan masih banyak yang belum diketahui,” kata dia. 

    Penyakit jantung bawaan sulit dicegah. Satu-satu cara preventif untuk menangani penyakit ini adalah deteksi dini. Semakin cepat diketahui, semakin bagus pula penanganannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.