Minggu, 15 September 2019

Aktivitas di Ranjang Ini Diklaim Bisa Atasi Insomnia

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bercinta. Ilustrasi.

    Bercinta. Ilustrasi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah melakukan aktivitas yang melelahkan berjam-jam, otak membutuhkan waktu istirahat. Apalagi, jika Anda menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Walaupun menyenangkan, hubungan seks juga membutuhkan aktivitas fisik, sehingga setelah selesai, biasanya Anda dan pasangan malah tertidur.

    Anehnya, hal ini biasanya terjadi pada pria. Pada 2012, sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan otak asal Prancis, Serge Stoleru, sempat menghebohkan publik oleh penjelasannya mengenai alasan pria tertidur setelah berhubungan seks.

    Dalam penelitian tersebut, Stoleru menemukan bahwa sebuah proses biologis terjadi setelah pria mencapai klimaks sehingga membuat mereka mengantuk lebih cepat. Setelah diteliti, ternyata hasil pemindaian otak (CT Scan) menunjukkan bahwa aktivitas bagian otak depan, yakni area korteks prafrontal (PFC), berkurang setelah tercapainya klimaks oleh pria. PFC sendiri merupakan bagian otak yang bertanggung jawab dalam mengatur kesadaran, pemrosesan informasi, serta aktivitas mental.

    Dilansir dari Health, ketika aktivitas PFC menurun, maka tubuh akan merasa mengantuk. “Tertidurnya” PFC tersebut akhirnya menggiring dua bagian otak lain menyebabkan pikiran pria tidak lagi terangsang.

    Matinya pikiran seksual pria tersebut disebabkan oleh pelepasan hormon oksitosin dan serotonin pada tubuh. Kedua hormon tersebut diasosiasikan dengan tidur dan relaksasi tubuh. Produksi serotonin ini akan berpengaruh kepada banyaknya hormon melatonin, yang mengatur waktu tidur. Ditambah lagi, pada fase menurunnya aktivitas PFC itu juga turut menyebabkan produksi hormon prolaktin, yakni hormon lain yang diasosiasikan dengan tidur dan relaksasi tubuh.

    Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    Karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa setelah berhubungan intim, pria tidak semata-mata memilih untuk tidur. Namun, tubuhnya lah yang memberi sinyal bahwa ia membutuhkan tidur.

    Beberapa penjelasan lain adalah tubuh cenderung kelelahan setelah melakukan seks. Pada aktivitas seksual, biasanya pria dianggap lebih bekerja keras daripada wanita sehingga mereka lebih merasa lelah dan cepat mengantuk.

    Selain itu, salah satu teori evolusi juga menjadi kemungkinan yang menjelaskan mengapa pria sering tertidur setelah seks. Pria membutuhkan istirahat dan tidur agar mereka dapat melanjutkan keinginannya untuk bereproduksi. Sedangkan, wanita cenderung memiliki keinginan untuk memperkuat ikatan dengan pasangan, seperti berbicara atau berpelukan, untuk memperpanjang hubungan.

    Jadi, mengapa wanita cenderung tetap melek setelah berhubungan seks? Beberapa wanita mungkin ikut tertidur dengan pasangannya, tetapi untuk mereka yang tetap terjaga, ada beberapa penjelasannya. Pada wanita, proses biologis yang melibatkan produksi hormon penyebab rasa kantuk setelah berhubungan seks tidak terjadi sehingga otak tidak memberi sinyal bahwa tubuh membutuhkan istirahat.

    Selain itu, masa rangsangan pada wanita juga lebih panjang daripada pria. Setelah mencapai klimaks, wanita mengalami rangsangan seksual lebih lama daripada pria. Tercapainya klimaks pada wanita juga tidak semudah pada pria, sehingga produksi hormon relaksasi dan tidur lebih jarang terjadi.

    Namun, sebuah penelitian yang dimuat pada 2011 mematahkan anggapan bahwa pria tertidur lebih cepat setelah berhubungan seks . Menurut survei daring yang dilakukan peneliti, baik pria msupun wanita cenderung tidur dalam waktu bersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa seks bisa jadi merupakan obat insomnia yang baik pada pria maupun wanita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.