Peluang Karir Sarjana Matematika di Era Digital, Bukan Cuma Guru

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi matematika (pixabay.com)

    ilustrasi matematika (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dulu, sarjana matematika identik dengan profesi guru atau dosen. Namun, memasuki era teknologi informasi, peluang karir sarjana matematika kian menjanjikan, tak kalah dari program studi lain. Profesor Syafrizal dari Universitas Andalas Padang menyampaikan peluang karir matematikawan atau sarjana matematika kini kian terbuka lebar seiring dengan pesatnya kemajuan dan perkembangan teknologi.

    "Dulu, pada era 1980 sarjana matematika identik dengan profesi sebagai guru dan dosen, sekarang ada banyak peluang mulai dari bidang pendidikan hingga teknologi," katanya.

    Seorang sarjana matematika, antara lain bisa menjadi profesor, ahli perangkat lunak, aktuaris, peneliti, analisis sistem IT, ahli keuangan dan perbankan, perencana keuangan, ahli statistik, ahli ekonomi, analisis riset operasi, perancang robot, dan konsultan manajemen.

    "Sehingga dapat disebut matematika sebagai formula yang tepat untuk berkarir," katanya.

    Seorang sarjana matematika sejak di bangku kuliah sudah dilatih untuk berpikir logis dan terlatih dalam berlogika. Kemampuan berpikir logis itu akan membantu dalam melakukan banyak pekerjaan.

    Ilustrasi ilmuwan. pinterest.com

    Syafrizal memaparkan matematika sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek, seperti pembuatan program komputer yang merupakan implementasi dari algoritma, pembuatan sandi keamanan yang berperan dalam keamanan mesin anjungan tunai mandiri (ATM), telepon pintar. Selain itu juga bisa menentukan posisi kandungan minyak di perut bumi dan membuat kapal yang lebih tahan guncangan, sedangkan dalam bidang Robust Control meminimalkan guncangan akibat gempa bumi yang berkembang di Jepang.

    Proses protokol rutting internet dan mesin pencari Google, juga memanfaatkan teori graf dan aljabar linier untuk mengatur akses informasi pada web secara efisien. Dalam bidang pendidikan, matematika berperan menyiapkan generasi inovatif, kritis, dan penyelesai masalah. Di bidang keuangan, berperan pada matematika finansial, permodelan, dan simulasi aktuaria. Sedangkan dalam pembentukan karakter berperan melahirkan taat asas, antikorupsi, tajam pikiran, dan cerdik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.