Pentingnya Komunikasi Untuk Capai Orgasme dengan Pasangan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    Ilustrasi bercinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa pasangan menjadikan orgasme sebagai salah satu tujuan saat berhubungan intim dan hal ini tidak salah, karena orgasme merupakan sesuatu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan di ranjang.

    Orgasme seringkali dijadikan tujuan utama dalam hubungan intim, meskipun hal tersebut tidak salah, tetapi berhubungan seksual tidak selalu harus diakhiri dengan orgasme. Dalam berhubungan seksual yang paling penting adalah kedua pasangan menikmati apa yang dilakukan.

    Anda juga tidak harus selalu melakukan penetrasi karena cara mencapai orgasme bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tiap orang memiliki pilihan yang berbeda-beda.

    Orgasme dapat dicapai dengan berbagai cara, tergantung dari jenis orgasme yang ingin diraih. Anda juga bisa menggunakan cara-cara mencapai orgasme yang berbeda-beda jika ingin mencoba hal yang baru.

    Cara mencapai orgasme bisa berbeda-beda, tetapi secara umum, orgasme bisa terjadi karena adanya stimulasi yang diberikan secara terus-menerus.

    Stimulasi secara terus-menerus dapat menyebabkan darah masuk ke dalam jaringan yang membuat organ vital membesar serta membuat otot berkontraksi dan melemas. Proses inilah yang nantinya akan menimbulkan orgasme.

    Cara mencapai orgasme membutuhkan komunikasi antar pasangan untuk bisa mengetahui apa yang disukai dan diinginkan oleh pasangan. Anda bisa membuka percakapan dengan pasangan sebelum berhubungan intim ataupun memandu pasangan sewaktu berhubungan seksual.

    Anda bisa mengkomunikasikan apa yang diinginkan kepada pasangan melalui kata-kata ataupun melalui bahasa tubuh. Selain itu, cara mencapai orgasme memerlukan beberapa kali percobaan dengan gaya atau metode yang baru dan berbeda-beda sampai Anda dan pasangan menemukan cara mencapai orgasme yang sesuai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.