Depresi, James Middleton Ungkap Pentingnya Dukungan Keluarga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pippa Middleton berbincang dengan adiknya, James Middleton, saat menyaksikan laga turnamen tenis Wimbledon di London, Inggris, Kamis, 5 Juli 2018. Tak hanya menjadi penonton, Pippa juga rutin berolahraga tenis meski kini ia telah memasuki trimester kedua kehamilan. REUTERS

    Pippa Middleton berbincang dengan adiknya, James Middleton, saat menyaksikan laga turnamen tenis Wimbledon di London, Inggris, Kamis, 5 Juli 2018. Tak hanya menjadi penonton, Pippa juga rutin berolahraga tenis meski kini ia telah memasuki trimester kedua kehamilan. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Adik Duchess of Cambridge Kate Middleton, James Middleton, mengungkapkan perjuangannya melawan depresi dan bagaimana peran keluarga dalam proses penyembuhan. James mengungkapkan bahwa Kate turut menemaninya ketika harus menjalani terapi penyembuhan depresi.

    Setelah berkonsultasi dengan psikiater, James menjalani terapi perilaku kognitif selama hampir satu tahun. Kadang dia menjalani terapi tersebut ditemani oleh keluarganya, termasuk Kate Middleton. Dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph yang dikutip oleh People, James mengungkapkan sebelum menjalani terapi, dia nyaris tidak dapat melakukan apa pun.

    "Saya tidak dapat tidur, tidak dapat membaca buku, tidak dapat menonton film, juga tidak dapat makan," ujarnya.

    James kemudian menambahkan bahwa pada masa itu dia juga merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga. James merasa bahwa apapun yang sedang dialami oleh seseorang, komunikasi dengan keluarga menjadi hal yang paling sulit untuk dilakukan.

    Duchess of Cambridge, Kate Middleton. REUTERS/Alan Davidson/Pool

    "Saya anak bungsu, dan saya pikir hal itu normal. Namun, keluarga memiliki hubungan yang lebih dalam sehingga dapat melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh orang lain," ungkapnya.

    Kehadiran keluarga pada saat terapi dikatakan James sangat penting untuk memahami pola pikirnya pada saat itu.

    "Dari terapi tersebut, saya dapat berpikir bahwa saya tidak membutuhkan mereka, namun kehadiran mereka dalam setiap sesi terapi menjadi lebih penting untuk bisa memahami apa yang terjadi pada saya," kata James.

    James kemudian mengatakan alasannya berbagi pengalaman mengenai depresi, supaya dapat mengubah stigma masyarakat mengenai penyakit kejiwaan. Sebagai tambahan, James merasa perlu mengikuti jejak saudara perempuannya, Kate, serta suaminya, Pangeran William, dan Pangeran Harry yang telah mendukung kesehatan mental.

    "Mereka percaya kita hanya bisa mengatasi stigma terkait penyakit mental jika kita memiliki keberanian untuk mengubah konotasinya yang negatif," ujar James.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.