Peneliti Sebut Dampak Sering Makan Kentang bagi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kentang rebus. Mykingcook.com

    Ilustrasi kentang rebus. Mykingcook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak manfaat kesehatan dalam sebutir kentang. Salah satunya kalium yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.

    Namun, jika bahan makanan yang kerap diolah dengan digoreng atau dibuat keripik ini dikonsumsi setiap hari, baik atau buruk untuk tubuh?

    Sebuah studi yang dilakukan ahli gizi dan ahli kesehatan di Universitas Negeri Pennsylvania di Amerika Serikat dan dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition mengungkapkan makan sebuah kentang ukuran sedang sehari dapat menjadi bagian pola makan sehat dan tidak meningkatkan kardiometabolik. Namun, ini jika disajikan tanpa menambahkan terlalu banyak garam atau lemak jenuh serta dengan cara dikukus atau dipanggang.

    Lebih lanjut, penelitian juga menunjukkan, makan kentang yang tidak digoreng juga cara terbaik untuk mendapatkan asupan serat dan kalium yang lebih tinggi dari roti, nasi putih, atau pasta.

    "Kami ingin memastikan orang memakannya dengan cara yang sehat dan dalam porsi yang terkontrol," kata Emily Johnston, salah satu penulis studi dan mahasiswa doktoral di departemen ilmu gizi di Penn State, seperti dilansir Medical Daily.

    Makan kentang adalah salah satu cara terbaik dan termudah untuk mendapatkan asupan kalium dan serat, jika disajikan secara sehat.

    "Sayuran bertepung dan biji-bijian olahan memang berkontribusi menghasilkan nutrisi penting juga, hanya saja kita perlu memakannya secara seimbang," tambah Johnston.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.