Pesan Psikolog, Orang Tua Harus Dampingi Anak Belajar di Rumah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua atau ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi orang tua atau ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah daerah sudah meliburkan sekolah dan meminta murid-muridnya belajar di rumah untuk mencegah penularan virus corona penyebab COVID-19. Beberapa kementerian dan lembaga serta perusahaan juga sudah meminta para pegawai untuk bekerja dari rumah dengan alasan yang sama.

    Psikolog anak dari Klinik Pela 9, Wanda Anastasia, mengatakan orang tua harus ikut mendampingi dan memantau anak ketika sekolah meminta murid-murid belajar di rumah untuk mendukung program isolasi mandiri mencegah penularan virus corona penyebab COVID19.

    "Belajar di rumah itu bukan libur, bukan berarti tidak ada aktivitas literasi, melainkan tetap belajar dengan target yang sudah ada di kurikulum," kata Wanda.

    Wanda mengatakan selain dari sisi orang tua, guru juga harus proaktif dan kreatif agar bisa melakukan kegiatan belajar dan mengajar yang sama efektif dengan tatap muka di sekolah. Guru dan orang tua dapat aktif berkomunikasi mengenai strategi belajar karena para siswa mungkin akan mengalami kesulitan, terutama untuk pelajaran yang dianggap memerlukan penjelasan dan pemahaman mendalam seperti matematika.

    Saat harus belajar di rumah, orang tua tetap harus menciptakan keteraturan pada anak, meskipun bisa dibuat lebih longgar. Misalnya, bila biasanya bangun pukul 05.00, saat harus belajar di rumah boleh bangun lebih siang.

    "Kemudian dilanjutkan rutinitas seperti biasa, yaitu mandi, makan, dan belajar. Akan lebih baik bila waktu belajar di rumah disesuaikan dengan jam sekolah," tuturnya.

    Selesai belajar, makan siang, dan istirahat. Anak bisa melakukan kegiatan yang disukai seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau bermain.

    "Dalam kondisi social distancing, anak tetap bisa bercengkerama atau bermain dengan teman melalui video chatting atau permainan daring," katanya.

    Meskipun bisa memanfaatkan gawai untuk bermain, orang tua tetap harus mengawasi penggunaannya. Penggunaan gawai pada anak tetap harus dibatasi.

    "Orang tua juga dapat membuat quality time dengan family game night, seperti skrabel, ular tangga, ludo, dan sebagainya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.