Sering Rebutan Selimut di Ranjang, Simak Solusi dari Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bercinta. Ilustrasi.

    Bercinta. Ilustrasi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda tidur dengan pasangan tapi ia suka menguasai selimut. Jika demikian, gunakan dua selimut.

    “Tidur adalah kegiatan yang sangat egois. Untuk mendapatkan tidur yang dibutuhkan, kita sering membutuhkan ruang, ”kata Tara Youngblood, salah satu pendiri Chili Sleep Systems, seperti dilansir Healthline.

    Setiap individu biasanya merasa nyaman dengan selimut yang mereka sukai dan ini membantu tidur nyenyak. Namun, tidur berbeda selimut terkadang tidak serta merta menyelesaikan setiap masalah. Begitu menurut Dr. Alexandra Stockwell, pakar hubungan dan keintiman.

    “Dalam pengalaman saya, masalah terbesar pasangan saat tidur, yang satu tertidur dan satu lagi tertekan dan berguling-guling. Ketika begini, mereka sering ingin berinteraksi dengan pasangan yang menenangkan," katanya.

    Dalam skenario ini, menggunakan dua selimut tidak akan menyelesaikan masalah dan bisa jadi satu orang harus berada di kamar yang berbeda. Walau begitu, jika selimut terpisah bisa membantu pasangan tidur lebih baik, maka ini juga bisa membantu meningkatkan kehidupan seks.

    “Keduanya cukup tidur dan menghormati kebutuhan tidur masing-masing bisa berdampak positif pada kehidupan seks pasangan," kata Stockwell.

    Sebuah penelitian tahun 2015 menyimpulkan semakin cukup wanita tidur, mereka akan semakin tertarik pada seks pada hari berikutnya.

    “Dengan tidur lebih baik, ketika ingin menjadi intim, Anda akan lebih cenderung terhubung dengan cara yang bermakna,” tutur Youngblood.

    Kadang-kadang, orang berpikir pernikahan yang hebat berarti pasangan tidur di satu ranjang dan di bawah satu selimut. Hal ini belum tentu benar. Pastikan saja memiliki dua selimut sama sekali bukan bentuk menghindari keintiman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.