Pakar: Virus Corona Tak Menular lewat Hewan Peliharaan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bermain dengan kucing. Shutterstock.com

    Ilustrasi bermain dengan kucing. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - COVID-19 sangat kecil kemungkinan dapat ditularkan melalui hewan peliharaan. Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Kalimantan Barat, drh. Nur Hidayatullah mengimbau agar masyarakat jangan khawatir virus corona bisa ditularkan dari hewan peliharaan.

    "Perlu diketahui, terdapat perbedaan antara jenis virus corona antara hewan dan manusia karena untuk virus corona pada hewan saja gejalanya berbeda-beda, seperti virus corona pada anjing yang menyerang saluran pencernaan dan pada kucing yang meyebabkan feline intratonitis," kata Nur.

    Dia menjelaskan virus corona pada manusia sebelumnya dikenal dengan virus Beta Corona, sejauh ini terbagi menjadi tiga, yaitu Merscovi, SARS-Cov 1, dan SARS-Cov 2.

    "SARS-Cov 2 inilah yang disebut COVID-19. Sementara, sekali lagi saya sampaikan, ada perbedaan jenis virus corona antara di hewan dengan manusia. Alfa Corona virus di hewan dan Beta Corona virus di manusia," tuturnya.

    Pada intinya, sementara ini jenis virus corona yang menyerang hewan tidak bisa menyerang manusia dan begitu pula sebaliknya. Meski demikian, sampai saat ini hal itu masih diperdalam oleh para ahli.

    Nur mencontohkan kasus ditemukannya COVID-19 pada empat ekor anjing di Hongkong belum lama ini. Menurutnya itu bisa jadi tertular dari manusia. Namun, sampai saat ini hal itu masih dalam tahap penelitian.

    Namun, dari yang ia ketahui, tidak ada hubungannya karena anjing yang terserang COVID-19 di Hongkong tidak memiliki tuan atau pemelihara yang juga positif COVID-19. Ditambah, anjing tersebut tidak menunjukkan gejala apapun atau baik-baik saja.

    "Makanya, saya rasa masyarakat tidak perlu risau dengan hewan peliharaannya, yang pasti kita rajin mencuci tangan. Kalaupun ada kasus hewan yang menularkan COVID-19 kepada manusia, mungkin saja justru manusia yang menularkan COVID-19 melalui bersin dan dropletnya itu menempel di tubuh hewan peliharaan, kemudian hewan itu dipegang oleh manusia lain, itu mungkin bisa," katanya.

    Hal seperti itu disebut dengan media penularan. Sementara untuk penularan langsung dari manusia ke hewan atau sebaliknya dinyatakan belum ada.

    "Jadi, sekali lagi masyarakat jaga kebersihan, habis pegang hewan cuci tangan dengan sabun dan kandang-kandangnya harus rajin dibersihkan," kata Nur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.