Libur Panjang, Jangan Sampai Panen Kasus Baru Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang keluar dari bus saat tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Ahad, 1 November 2020. Terminal tersebut tampak ramai dengan arus balik warga yang memanfaatkan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Penumpang keluar dari bus saat tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Ahad, 1 November 2020. Terminal tersebut tampak ramai dengan arus balik warga yang memanfaatkan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Libur panjang Natal dan akhir 2020 diharapkan tak jadi musim panen kasus baru positif Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan hal ini cukup beralasan karena dari pengalaman libur panjang sebelumnya, peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif terjadi sekitar dua pekan setelahnya.

    "Setiap periode libur panjang berlangsung, panen kasus pasti akan terjadi pada 10 - 14 hari setelahnya," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, Kamis, 3 Desember 2020.

    Dalam mengantisipasi masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, Satgas Covid-19 Pusat menyarankan beberapa hal yang harus dijadikan pelajaran untuk mengantisipasi kenaikan kasus. Pertama, kepada seluruh kepala daerah untuk mengoptimalkan penegakan disiplin protokol kesehatan.

    "Lakukan ini tanpa pandang bulu kepada seluruh masyarakat," tegas Wiku, seperti dikutip dari laman Satgas Covid-19.

    Pemerintah daerah harus berani dan tegas membubarkan kerumunan dan melakukan amplifikasi kampanye 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Masyarakat harus mengerti bahwa di masa pandemi ini, aplikasi 3M merupakan kewajiban dan bukan pilihan.

    Kedua, masyarakat diminta untuk bijaksana dan sadar untuk meminimalisasi mobilitas. Temuan Yilmazkuday tahun 2020 menyebutkan peningkatan intensitas untuk tetap di dalam rumah dengan mengurangi kunjungan ke area publik sebesar 1 persen sudah dapat mengurangi puluhan kasus dan kematian Covid-19 per minggu.

    "Temuan ini harusnya dapat memotivasi kita semua untuk mengambil pilihan bijak, yaitu tinggal di rumah dan menghindari keramaian," ungkapnya.

    Meskipun sulit, Wiku berharap masyarakat sepenuhnya sadar pilihan mengurangi kunjungan ke area publik untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat. Ketiga, ada beberapa alternatif kegiatan lain yang dapat dipilih dalam mengisi masa libur Natal dan Tahun Baru 2021, seperti tur virtual ke tempat-tempat wisata dan lainnya atau bisa juga memilih.

    Pada prinsipnya, pilihan kegiatan tersebut memungkinkan masyarakat untuk berlibur tanpa menimbulkan kerumunan, yang tentunya meminimalisir potensi penularan Covid-19.

    "Meski demikian, dalam pelaksanaan kegiatan ini saya tetap ingatkan kepada masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan," pesan Wiku.

    Pada libur panjang Idul Fitri ada peningkatan kasus positif sebesar 69-93 persen pada 28 Juni 2020. Lalu, libur panjang periode HUT RI berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 58-118 persen pada pekan ke-1 sampai ke-3 September 2020. Dan pada libur panjang akhir Oktober dan awal November berdampak pada peningkatan kasus positif sebesar 17-22 persen pada 8-22 November 2020.

    *Konten ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Merah Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat di Bareskrim

    Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.