Obesitas Mudah Dibicarakan Sulit Terwujud, Cara Simpel Aman Turunkan Berat Badan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Obesitas. telegraph.co.uk

    Ilustrasi Obesitas. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Urusan obesitas atau kelebihan berat badan memang paling gampang dibicarakan. Namun sulit bukan main dalam mewujudkannya. Menurunkan bobot tubuh satu ons saja rasanya berat sekali. Sebab itu, tak sedikit orang yang takjub dan penasaran kepada mereka yang berhasil menurunkan berat badan dengan aman, apalagi instan.

    Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia atau Perkeni, Ketut Suastika mengatakan sulitnya menurunkan berat badan atau mengatasi obesitas karena usaha ini akan mengubah perilaku atau gaya hidup seseorang seumur hidupnya. "Obesitas bukan hanya masalah medis, melainkan juga masalah sosial dan mental," kata Ketut Sustika dalam diskusi daring bertema 'Jangan Anggap Remeh Obesitas, Si Penyakit Kronis Serius' pada Rabu, 3 Maret 2021.

    Menurut Suastika, tak sedikit orang yang gagal menurunkan berat badan karena kurang pengetahuan. Menurut dia, tujuan memiliki berat badan ideal yang utama adalah kesehatan. Bonusnya adalah lebih cantik atau ganteng, percaya diri, gampang memilih pakaian, lebih hemat belanja, lebih mudah mencari pekerjaan, hingga memperlancar urusan percintaan.

    Prinsip dalam menjaga berat badan adalah asupan yang masuk sama dengan yang keluar. Atau kalori dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sama seimbang dengan energi yang dihasilkan tubuh. Dengan memahami prinsip tersebut, maka cara paling mudah dan sederhana dalam mengatasi obesitas adalah dengan mengatur asupan dan pola makan ditambah olahraga.

    Baca juga:
    4 Maret Hari Obesitas Sedunia, 1 dari 3 Orang Indonesia Mengalami Obesitas

    "Edukasi penting karena sebagin besar orang dengan obesitas bisa mengobati diri dengan perubahan perilaku," kata Suastika. "Yang paling mudah memang mengatur pola makan dan olahraga. Mudah dibicarakan tapi sulit dilaksanakan."

    Mengenai pengaturan asupan makanan, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia atau GKI, Nurpudji Taslim mengatakan upaya paling mudah adalah dengan menghindari makanan olahan. Makanan olahan yang dia maksud misalkan mi instan dan camilan yang digoreng. "Perhatikan juga kandungan gula, garam, dan lemak yang masuk ke tubuh," katanya.

    Sebelum mengkonsumsi suatu makanan dan minuman, pertimbangkan apakah kamu membutuhkan asupan makanan atau minuman sebanyak itu kemudian sesuaikan dengan berat berat badan dan aktivitas. Jangan lupa makan sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin.

    Untuk olahraga, Nurpudji menambahkan, durasinya minimal 150 menit per minggu dan tetap memonitor indeks massa tubuh atau body mass index alias BMI secara rutin. Guna memantau bobot tubuh, sebiaknya timbang berat badan secara berkala setiap bulan di waktu yang sama. Misalkan rutin menimbang badan pada tanggal 1 setiap bulannya di pukul 07.00 pagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.