Jangan Remehkan Daun Meniran, Kecil Daunnya Besar Manfaatnya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daun Meniran. Istimewa

    Daun Meniran. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Tumbuhan perdu seperti daun meniran ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tumbuhan dengan nama latin Phyllanthus niruri L mengandung quercetin, isoquercetin, quercetrin, astragalin, nirurin, dan rutin. 

    Bentuk daun meniran pada setiap rantingnya terdiri dari 8 sampai 25 helai daun, disertai batang berwarna hijau muda juga hijau tua, daun meniran sendiri berukuran 0,5-2 x 0,25-0,5 cm.  

    Pemanfaatan daun meniran diolah menjadi salep disebut kasai tai handalai, obat ini ampuh mengatasi masalah penyakit herpes zoster. Salah satunya pengobatan tradisional ini dilakukan oleh Masyarakat suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah, dengan tambahan bahan berupa kotoran cacing diiringi pelafalan mantra tertentu. 

    Kasai tai handalai berbentuk salep maka pengaplikasiannya dilakukan untuk pengobatan tubuh bagian luar, adapun asal katanya berasal dari bahasa Dayak Ngaju, kasai berarti bedak, tai berarti kotoran, dan handalai berarti cacing tanah. 

    ADVERTISEMENT

    Sebab Salah satu bahannya berasal dari cacing tanah, bukan berarti jenis cacing tanah ini beragam digunakan, peracik obat tradisional akan selektif dalam memilih cacing tanah ini. Diketahui jenis cacing yang digunakan berasal dari genus Pheretima seperti cacing tanah jenis Lumbricus rubellus, Lumbricus terrestris. 

    Sebagai pengobatan tradisional, nilai luhur tetap melekat pada proses pembuatan obat salep ini, tak sembarang, pengobatan tradisional ini hanya ada dan dilakukan di hari Jumat, satu syarat tersedianya jarum dan kotoran cacing diambil hanya yang berada dekat tumbuhan meniran. 

    Cara menyiapkan pengobatan ini yakni gunakan lesung untuk tempat menumbuk, piring kecil. bahannya sendiri tai cacing (tai handalai), meniran hijau secukupnya. Prosesnya melalui seleksi kelayakan daun meniran kemudian proses pembersihan daun meniran, selanjutnya daun meniran yang sudah dipilih dimasukkan bersamaan dengan tai handalai dan ditumbuk bersamaan. Menggunakan cairan kental yang dihasilkan dari bahan-bahan yang telah dihaluskan untuk dijadikan salep. Ampas boleh tidak dibuang agar salap tidak lekas mengering.

    Penggunaan obat dilakukan hanya boleh dimulai dari hari Jumat, seterusnya sampai tiga hari berturut-turut juga beberapa doa-doa suku Dayak yang mengetahuinya. 

    Menurut penelitian yang dijelaskan di dalam Jurnal Jejaring Matematika dan Sains, salep meniran tau handalai ada berperan beberapa senyawa kimia dalam penyembuhan penyakit herpes zoster yaitu quercetin, alkaloid, dan antrakuinon.

    Kandungan seperti Quercetin tergolong senyawa flavanoid berperan sebagai antimikroba dan antivirus, berfungsi sebagai antioksidan, antiradikal, antitrombotik, dan antiinflamasi. Turut berperan sebagai antiradikal yang mampu langsung menangkap radikal bebas.

    Selanjutnya, kandungan senyawa alkaloid dapat mengobati infeksi kulit dan menyembuhkan bekas luka, kandungan ini sendiri sudah sangat begitu populer di dunia farmasi. Sedangkan Antrakuinon terkenal dengan antifungus dan antimikrobianya berperan membasmi virus serta meningkatkan kinerja sel T dan sel B.  Daun meniran ini mampu pula meningkatkan imunitas tubuh.

    TIKA AYU

    Baca: Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Obat Herbal Anti Inflamasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.