Memahami Penyakit Tinnitus yang Menyerang Telinga

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menutup telinga. Freepik.com/Jcomp

    Ilustrasi wanita menutup telinga. Freepik.com/Jcomp

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit tinnitus menyerang telinga. Tinnitus sering juga disebut sebagai telinga berdenging. Keluhan orang-orang yang menderita tinnitus adalah adanya suatu kebisingan di dalam telinga tanpa rangsangan dari luar.

    Tinnitus kerap dialami oleh orang-orang dari usia pertengahan hingga usia tua. Tinnitus sendiri pada dasarnya bukan merupakan penyakit, namun gejala yang ditimbulkan karena sebab tertentu.

    Tinnitus terbagi menjadi dua macam, yaitu tinnitus subjektif dan tinnitus objektif. Tinnitus subjektif adalah tinnitus yang hanya dirasakan oleh telinga pasien tanpa dapat dirasakan oleh telinga orang lain atau pemeriksa. Sedangkan tinnitus objektif terjadi apabila bunyi tersebut juga dapat didengar oleh pemeriksa.

    Penyebab tinnitus ada berbagai macam, contohnya kelainan vaskular pada arteri atau vena, kelainan muskular, lesi pada saluran telinga dalam, gangguan koklea yang disebabkan oleh trauma atau penyebab lainnya, cedera kepala atau leher, atau kelainan telinga tengah.

    Studi menunjukkan bahwa tinnitus juga dapat disebabkan oleh intensitas suara yang tinggi. Suara dengan intensitas tinggi dapat berasal dari pemutar alat musik pribadi baik melalui pengeras suara atau earphone.

    Pasien dengan tinnitus dapat merasakan nyeri kepala. Nyeri kepala ini dapat berujung pada gangguan tidur. Pasien dengan tinnitus juga rawan akan stres dan gangguan konsentrasi. Pengobatan tinnitus dapat dijalankan dengan empat cara, yaitu elektrofisiologik (dengan stimulus elektro), psikologik (konsultasi psikologik), terapi medikamentosa (dengan obat), atau pembedahan.

    Cara mencegah tinnitus dapat dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara mengatur suara di sekitar kita yang bersumber dari alat elektronik. Meminimalisir penggunaan earphone akan sangat berpengaruh kepada telinga.

    Selain itu, menggunakan pelindung telinga jika Anda terlibat di dalam pekerjaan yang mengharuskan Anda mendengar suara bising. Terakhir, jaga kesehatan tubuh dengan makan makanan sehat dan olahraga yang teratur.

    Jika Anda kerap merasa telinga berdenging dan menimbulkan bunyi-bunyian yang mengganggu tanpa adanya rangsangan eksternal, bisa jadi hal tersebut adalah gejala tinnitus. Anda dapat memeriksakannya ke dokter telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

    DINA OKTAFERIA

    Baca juga: 5 Sebab Sakit Telinga yang Perlu Anda Tahu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.