Ciri Orang Kecanduan Internet, Fisik dan Mental Terganggu

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi anak menggunakan Internet (pixabay.com)

    Ilustrasi anak menggunakan Internet (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecanduan internet ditandai dengan penggunaan berlebihan atau kurang terkontrol pada komputer dan akses internet. Konsultan manajemen risiko, Danang Ono, mengatakan untuk mengetahui orang mengalami kecanduan internet biasanya dapat diperhatikan dari sejumlah tanda dan gejala dalam manifestasi atau perwujudan fisik serta emosional.

    "Salah satu tanda dan gejalanya, seseorang sering lupa waktu atau mengabaikan hal-hal mendasar saat mengakses internet terlalu lama," ucapya saat menjadi narasumber webinar Indonesia Makin Cakap Digital wilayah Katingan, Sabtu, 23 Oktober 2021.

    Tanda dan gejala lain adalah merasa marah, tegang, atau depresi saat tidak bisa mengakses internet hingga seringnya berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan.

    "Biasanya ini merupakan dampak negatif akibat penggunaan internet yang berkepanjangan," paparnya.

    Secara fisik, ia biasanya mengalami sakit pinggang, insomnia, gizi buruk, sakit leher, masalah penglihatan, dan lainnya. Lebih lanjut, Danang menjelaskan kecanduan internet biasanya terjadi karena adanya pengalaman menyenangkan sehingga merangsang produksi dopamin. Hal ini mengakibatkan penderita tidak bisa memprioritaskan mana tugas penting dalam hidup.

    Hampir sama dengan kecanduan lain, orang yang kecanduan internet menggunakan dunia fantasi virtual untuk terhubung dengan orang-orang melalui internet.

    "Kecanduan internet bisa mendatangkan masalah pribadi, keluarga, akademik, keuangan, bahkan pekerjaan," ungkapnya.

    Mereka yang kecanduan internet biasanya lebih banyak menghabiskan waktu sendirian dibanding berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan nyata.

    "Untuk mencegah seseorang atau diri kita mengalami gangguan kecanduan internet, kuncinya adalah dengan menjaga keseimbangan," tuturnya.

    Menjaga keseimbangan seperti membagi porsi waktu yang sesuai antara penggunaan internet dengan aktivitas lain. Untuk itu, orang dianjurkan mencari hiburan di dunia nyata, sediakan waktu bersama keluarga, mengurangi durasi internet sedikit demi sedikit, hingga mengatur prioritas saat berinternet.

    "Juga memiliki hobi lain, perbanyak interaksi dengan orang lain di sekitar secara langsung, serta kegiatan positif lain," kata Danango.

    Baca juga: Banyak Remaja Kecanduan Internet, Ini Sebabnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.