Saat Beraktivitas Disarankan Minuman Isotonik, Berikut 6 Kandungan Utamanya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi minum cairan isotonik. Shutterstock

    Ilustrasi minum cairan isotonik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat Anda berolahraga, tubuh Anda akan kehilangan cairan melalui keringat sebanyak satu setengah sampai 3 liter keluar per jamnya. Minuman isotonik adalah solusi yang tepat karena mengandung air, natrium, dan karbohidrat yang baik bagi tubuh. Jika tidak diimbangi dengan mengonsumsi minuman maka Anda akan mengalami dehidrasi.

    Kemudian dibuatlah minuman olahraga guna meningkatkan ketersediaan energi serta dapat memulihkan tubuh pasca dehidrasi ringan akibat olahraga yang dilakukan dalam jangka waktu lama tersebut. 

    Mengutip dari www.australianbeverages.org pada minuman isotonik terkandung elektrolit esensial yang presentasi kandungannya sama dengan yang ada dalam tubuh. Kode Standar Makanan mengklaim jika minuman elektrolit memiliki osmolalitas rata-rata 250-340 mOsm/L maka minuman elektrolit isotonic bisa dihasilkan. Lalu apa sebenarnya minuman isotonik itu?

    Minuman isotonik menurut www.aptonia.co.uk, merupakan minuman yang mengandung konsentrasi partikulat yang sama dengan darah. Jika konsentrasinya lebih rendah maka itu adalah muniman hipotonik, kalau konsentrasinya lebih tinggi artinya merupakan minuman hipertonik. Pada dasarnya minuman isotonik diciptakan untuk memenuhi kebutuhan para atlet.

    Minuman isotonik membantu meningkatkan asupan air dan mineral serta nutrisi dalam tubuh Anda setelah dipergunakan selama beraktifitas. Hal ini menjadi sarana pemulihan kembali serta turut menyumbangkan asimilasi partikel yang dibutuhkan tubuh seperti glukosa, natrium, dan lainnya.

    Minuman isotonik juga dapat dengan mudah diserap oleh tubuh serta cepat bisa meninggalkan perut sehingga terjamin energi disalurkan secara optimal dan pencernaan pun terasa lebih baik.

    Adapun kandungan minuman isotonik ialah:

    1. Mengandung air sebagai bahan utama, sehingga hidrasi selama beraktifitas dapat dipastikan.
    2. Mengandung karbohidrat yang berguna bagi asupan energi fisik yanag digunakan terus menerus. Kandungan karbohidrat dalam minuman isotonik harus berjumlah antara 60 et 80 g / liter.
    3. Mengandung natrium yang bermanfaat untuk memulihkan garam yang hilang saat keringat. Selain mempermudah penyerapan air dan karbohidrat, natrium juga dapat memicu perasaan haus.
    4. Mengandung vitamin kelompok B sebagai sarana melancarkan transformasi menjadi energi serta membantu melawan rasa lelah.
    5. Mengandung kalium dan magnesium yang masing-masing berguna ketika diterpa cuaca panas dan membantu mengurangi kelelahan.
    6. Minuman isotonik mengandung antioksidan yang bermanfaat melindungi tubuh dari limbah beracun tertentu yang dihasilkan oleh aktivitas sel.

    PUSPITA AMANDA SARI

    Baca: Air Minum Mineral Sama Dengan Air Minum Isotonik?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.