Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi hidung. shutterstock.com

    Ilustrasi hidung. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang lebih peduli pada kesehatan saruran pernapasan. Hidung, mulut, tenggorok, sampai paru-paru menjadi jalur virus corona dalam menginfeksi tubuh.

    Selain menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, ada juga aktivitas kesehatan yang menunjang kebersihan dan kesehatan saluran napas. Salah satunya adalah menggunakan penyemprot hidung.

    Ketua Divisi Laring Faring Departemen Telinga Hidung Tenggorok (THT) FKUI-RSCM, Syahrial M. Hutauruk menjelaskan bagaimana cara kerja penyemprot hidung atau nasal spray. Dia mengatakan, salah satu kandungan dalam semprotan hidung adalah Iota Carageenan.

    "Ini adalah polisakarida alami yang berasal dari rumput laut merah," kata Syahrial dalam peluncuran produk Upper Respiratory Tract (URT) Care Betadine pada Kamis, 28 Oktober 2021. Menurut dia, masyarakat Irlandia menggunakan Iota Carageenan selama 1.600 tahun sebagai gelatin dan bagian dari pengobatan tradisional untuk batuk dan pilek.

    Cara kerjanya, Syahrial menuturkan, Iota Carageenan mencegah virus menempel atau masuk ke sel dengan membuat lapisan pada mukosa. Dengan mencegah virus menempel pada mukosa, maka virus tidak aktif dan tidak bereplikasi. Artinya, tidak ada penetrasi virus ke mukosa dan tidak ada stimulasi yang minimbulkan reaksi sistem imunitas tubuh.

    Lapisan Iota Carageenan yang terbentuk pada permukaan mukosa ini membuat virus terperangkap dan kemudian mengental. Dari berbagai penelitian, menurut Syahrial, zat ini efektif menjerat virus penyebab penyakit pernapasan, seperti selesma, influenza.

    Beberapa jenis virus lain yang mampu dilumpuhkan oleh lapisan Iota Carageenan adalah Human rhinoviruses (HRV), Human coronavirus (hCOV), Respiratory syncytial virus  (RSV), Adenovirus (AdV), Parainfluenza virus (PIV), dan Influenza viruses (H1N1, H3N2, H3N8, H5N1, H7N7). "Zat ini aman untuk dewasa dan anak-anak," ujarnya.

    #pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

    Baca juga:
    Cara Berkumur Sampai Tenggorok alias Gargling dan Apa Manfaatnya

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.