Kebanyakan Varises Terjadi Pada Wanita, Mengapa?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Front Page Cantik. Menangkal Varises. shutterstock.com

    Front Page Cantik. Menangkal Varises. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda mengalami pembengkakan pada bagian kaki? bisa jadi ini merupakan tanda varises. Melansir dari rsudciawi.bogorkab.go.id varises merupakan pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang memiliki fungsi mengangkut sisa metabolisme dan mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung.

    Penyakit ini biasanya terjadi pada bagian kaki akibat penumpukan darah di dalam pembuluh darah vena karena katup vena yang lemah atau rusak. Dimana katup dalam pembuluh vena tersebut berfungsi sebagai pintu satu arah, sehingga darah yang sudah lewat tidak dapat kembali lagi.

    Dansir dari dinkes.bantenprov.go.id melemah atau rusaknya katup vena menjadi penyebab terjadinya arus balik dan penumpukan darah di dalam pembuluh vena, ini kemudian menyebabkan pembuluh melebar. Pembuluh vena sendiri memiliki peran mengembalikan darah ke dalam jantung dengan katup-katup yang dibantu oleh kontraksi otot.

    Awal mula terjadi verises sebab adanya tekanan tinggi pada dinding pembuluh vena, dimana efek yang ditumbulkan mengakibatkan dinding vena kehilangan elastisitasnya sehingga merenggang kemudian katup di dalamnya menjadi lemah. Akibatnya, katup yang melemah tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan menjadikan terganggunya aliran darah ke jantung.

    Sehingga darah yang harusnya mengalir ke jantung menjadi berbalik arah, kemudian darah tersebut akhirnya mengendap di satu titik pada pembuluh vena. Dari endapat darah yang terjadi terus menerus di dalam pembuluh vena inilah yang akhirnya mengakibatkan pembuluh menjadi bengkak, katup rusak, dan terjadilah varises.

    Ada berbagai macam faktor yang dapat menjadi pemicu rusaknya katup pembuluh vena dan meningkatkan risiko varises. Diantara beberapa faktor tersebut ialah:

    1. Terlalu lama berdiri ternyata dapat menjadi pemicu varises sebab darah di vena kaki menjadi sulit untuk mengalir ke jantung karenanya.

    2. Pertambahan usia juga bisa menjadi salah satu faktornya, karena makin tua umur seseorang maka tingkat elastisitas venanya akan semakin berkurang. Akibatnya kinerja katup ikut melemah dan dengan mudahnya darah akan melawan arus dan mengendap di dalam pembuluh vena.

    3. Varises dapat terjadi saat seseorang tengah dalam masa kehamilan, karena rahim yang mulai membesar dan volume darah meningkat sehingga memberikan vena tekanan. Bisa juga dari meningkatnya kadar hormon yang membuat otot vena menjadi lebih santai, sehingga perlindungan katup menjadi lemah.

    4. Ternyata varises merupakan penyakit keturunan, sehingga menjadikan seseorang lebih berpeluang mengidap penyakit ini jika dalam keluarganya ada yang berpenyakit sama.

    5. Salah satu faktor lain ialah obesitas, ketika seseorang memiliki bobot tubuh besar maka tekanan pada vena kaki akan bertambah besar. Selain itu juga dapat mempersulit Vena ketika mendorong darah ke jantung dan katup menjadi lemah sehingga arus balik darah terjadi.

    6. Adapun masalah kesehatan lain seperti cacat pembuluh darah, pembengkakan atau tumor di dalam rongga pinggul, dan penyakit-penyakit lain yang menjadikan darah menggumpal juga dapat menjadi faktor terjadinya varises.

    Sebenarnya varises dapat terjadi di seluruh pembuluh vena yang ada di tubuh. Akan tetapi yang paling sering terjadi ialah di bagian kaki terutama betis akibat tekanan besar ketika berdiri atau berjalan. Kebanyak varises juga terjadi pada wanita sebab faktor kehamilan, obesitas dan pertambahan usia.

    PUSPITA AMANDA SARI

    Baca: Apakah Varises Berbahaya?

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.