Hernia Inguinalis, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Hernia.

    Hernia.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hernia inguinalis terjadi saat jaringan lunak menonjol di titik lemah bagian otot perut bawah, inguinal, atau selangkangan. Di Indonesia, kondisi ini disebut juga dengan turun berok.

    Pria dan wanita di semua kalangan usia bisa terkena penyakit ini. Pada dasarnya, pembedahan tidak selalu diperlukan tetapi hernia umumnya sulit untuk disembuhkan tanpa operasi. Masyarakat Indonesia pun lebih memilih jalur pijat urut dalam mengatasi kondisi ini.

    Dalam beberapa kasus, hernia yang tidak diobati dapat mengancam jiwa. Meskipun ada beberapa efek samping dan risiko yang terkait dengan operasi, kebanyakan orang memiliki hasil yang baik.

    Penyebab hernia bagi perempuan dan pria
    Lemahnya lapisan dinding saluran pencernaan dapat menjadi penyebab utama hernia inguinalis. Kelemahan dapat disebabkan oleh cacat yang ada saat lahir atau terbentuk di kemudian hari. Melansir dari Healthline, ada beberapa faktor risiko hernia inguinalis meliputi:

    -Cairan atau tekanan di perut
    -Angkat berat, seperti angkat besi
    -Mengejan berulang-ulang saat buang air kecil atau buang air besar
    -Kegemukan
    -Batuk kronis
    -Kehamilan

    Orang dewasa maupun anak-anak bisa terkena hernia inguinalis. Pria lebih mungkin mengembangkan hernia inguinalis. Orang dengan riwayat hernia berada pada peningkatan risiko memiliki hernia lain juga. Hernia kedua biasanya terjadi di sisi yang berlawanan.

    Gejala hernia inguinalis meliputi:
    - Tonjolan di daerah selangkangan
    - Nyeri pada tonjolan
    - Nyeri saat saat mengangkat, membungkuk, atau batuk.
    - Bengkak di area testis

    Terkadang Anda dapat dengan lembut mendorong kembali jaringan hernia yang menonjol saat berbaring telentang. Anda mungkin tidak melihat gejala apa pun jika hernia inguinalis kecil.

    Apakah saya memerlukan perbaikan hernia inguinalis? Pembedahan segera tidak selalu dianjurkan ketika hernia tidak menyebabkan masalah. Tonjolan ini mungkin juga menjadi lebih besar dan lebih tidak nyaman dari waktu ke waktu. Dokter akan menyarankan operasi jika:

    - Hernia semakin besar
    - Rasa sakit berkembang atau meningkat
    - Sulit melakukan aktivitas sehari-hari

    Hernia bisa menjadi sangat berbahaya jika usus terpelintir atau terperangkap. Jika ini terjadi, gejala yang muncul meliputi:
    -Demam
    -Peningkatan denyut jantung
    -Nyeri
    -Mual
    -Muntah
    -Tonjolan menggelap
    -Ketidakmampuan mendorong (mengurangi) hernia kembali ke perut ketika sebelumnya bisa.

    Jika memiliki gejala-gejala ini, segera hubungi dokter karena sudah termasuk kondisi darurat.

    Baca juga: Hernia Bisa Dialami Anak-anak, Periksa sebelum Terlambat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.