Dosen Unair: Gagal Jantung Dapat Disebabkan Overworking

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi gagal jantung (Pixabay.com)

    Ilustrasi gagal jantung (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Andrianto, mengatakan salah satu penyebab seseorang mengalami gagal jantung adalah menjalankan pekerjaan yang berlebihan.

    "Ketika seseorang menjalankan pekerjaan yang berlebihan (overwork), terjadi peningkatan beban pada jantung melampaui beban normal," kata Andrianto seperti dikutip Tempo dari laman unair.ac.id, Senin, 29 November 2021.

    Munurut Andrianto, jantung memiliki mekanisme kompensasi yang berfungsi memenuhi kebutuhan tubuh. Mekanisme ini merupakan daya kerja cadangan jantung yang berfungsi untuk mengatasi berlebihnya beban kerja jantung.

    Ketika seseorang mengalami overworking, kata dia, secara otomatis jantung mengaktifkan mekanisme ini. Jika mekanisme kompensasi jantung sudah mencapai titik tertentu dan terjadi kelebihan muatan, hal itu dapat menyebabkan gagal jantung.

    Gagal jantung terbagi menjadi dua, yakni gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Gagal jantung akut terjadi pada seseorang yang tidak tahu bahwa ia memiliki kelainan jantung tertentu kemudian mengalaminya secara tiba-tiba.

    Sedangkan gagal jantung kronik, dia menambhakan, terjadi sudah beberapa lama pada seseorang yang memiliki kelainan jantung tertentu disertai dengan menurunnya fungsi jantung.

    Dia menegaskan Overwork atau aktivitas yang berlebihan mengakibatkan gagal jantung akut. Keseimbangan kemampuan dan penjagaan beban organ jantung harus dijaga sehari-hari agar risiko gagal jantung dapat dicegah.

    Pencegahan pertama dengan cara menjaga pola hidup yang sehat, seperti menghindari merokok, berolahraga rutin, dan diet rendah lemak dan sodium.

    Dengan menjalankan pola hidup sehat, lanjut dia, seseorang bisa mengendalikan faktor risiko hipertensi, jantung koroner, diabetes mellitus, kolesterol tinggi, hingga obesitas.

    Jika telah didiagnosa dengan penyakit tertentu, seperti hipertensi, jantung koroner, atau diabetes mellitus, seseorang harus mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Pemeriksaan secara rutin juga dapat mencegah penyakit gagal jantung di kemudian hari.

    DINA OKTAFERIA

    Baca juga: 5 Gejala Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.