Awas Gelombang 3, Sekali Lagi Ini Gejala Paling Umum Varian Omicron

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Varian baru virus corona, Omicron masih membuat khawatir para ahli. Pasalnya, Omicron lebih mudah membuat seseorang kembali terpapar atau reinfeksi meski sudah memiliki antibodi, tetapi gejalanya cenderung ringan pada yang sudah divaksinasi.

    Varian baru virus corona, Omicron masih membuat khawatir para ahli. Pasalnya, Omicron lebih mudah membuat seseorang kembali terpapar atau reinfeksi meski sudah memiliki antibodi, tetapi gejalanya cenderung ringan pada yang sudah divaksinasi.

    TEMPO.CO, Jakarta -Varian Omicron mulai ditemukan di Afrika Selatan pada 24 November 2021. Dan Sejak 26 November 2021, WHO menetapkan varian baru Covid-19 tersebut merupakan jenis varian baru yang wajib diwaspadai penyebarannya.

    Tidak sama seperti halnya varian Covid-19 lainnya, Omicron memiliki beberapa gejala yang berbeda yang mungkin tidak terdapat pada varian corona sebelumnya.

    Freiberger, seorang dokter di Saint Luke Critikal Care mengatakan, pada kasus Covid-19 varian lainnya, pasien akan mengalami demam tinggi, batuk, dan nyeri pada bagian tubuh yang hebat. “Gejala Omicron berbeda dengan varian Delta yang ditandai dengan demam tinggi, batuk, hingga nyeri pada tubuh,” ujarnya.

    Sedangkan melansir dari Deseret, gejala varian omicron yang paling umum untuk dikenali yaitu meliputi pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan pasien akan cenderung merasa kelelahan.

    Selain itu, varian omicron akan lebih cepat menular dibandingkan dengan jenis dan varian lain Covid-19 sebelumnya. bahkan, menurut Jeffrey Jahre, pakar penyakit menular dari Jaringan Kesehatan Universias St. Luke di Pennsylvania, vaksin Covid-19 tidak selalu bisa menghentikan penularan varian Omicron secara sempurna.

    Lalu, bagaimana Anda bisa mengetahui telah terinfeksi Covid-19 varian omicron?

    Menurut UK Parliament, satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti varian apa yang menginfeksi Anda adalah dengan melakukan tes PCR. Meskipun Tes PCR tidak sepenuhnya akurat, bagian lain dari genom varian Omicron masih bisa terdeteksi dengan tes PCR, sehingga laboratorium masih bisa mengidentifikasi kasus positif. 

    RISMA DAMAYANTI
    Baca juga : Subvarian Omicron BA.2 Menyebar di Beberapa Negara, Ini Kata PDPI

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.