Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jangan Suguhi Gorengan saat Rapat untuk Cegah Obesitas

Reporter

Ilustrasi pisang goreng. shutterstock.com
Ilustrasi pisang goreng. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pengendalian obesitas bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak menyediakan gorengan ketika rapat. Hal ini diungkapkan Koordinator Substansi P2 Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik (P2DMGM) Kementerian Kesehatan, dr. Esti Widiastuti.

"Bisa dari hal-hal kecil dari snack rapat tidak harus gorengan, itu bagian yang justru mendukung pengendalian obesitas," katanya.

Makanan yang digoreng umumnya menyerap lemak dari minyak sehingga kalorinya bisa lebih tinggi. Asupan kalori yang tinggi bisa menempatkan pada kondisi kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebih akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu lama.

Pola makan sehat yakni menerapkan prinsip gizi seimbang termasuk memperhatikan jumlah, jenis, jadwal makan, dan pengolahan bahan makanan yang dianjurkan, yaitu jumlah sayur dua kali lipat sumber karbohidrat dan protein, bisa membantu mencegah obesitas. Sayangnya, menurut Esti, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018 memperlihatkan sekitar 95,4 persen masyarakat Indonesia justru masih kurang mengonsumsi buah dan sayur lima porsi setiap hari dalam seminggu.

Di sisi lain, asupan konsumsi gula, garam, dan lemak harian juga perlu menjadi perhatian. Esti mengingatkan asupan gula harian yang disarankan yakni empat sendok makan atau 150 gram, garam satu sendok teh atau 15 gram, dan lemak lima sendok makan atau 67 gram. Data dari Riskesdas pada tahun yang sama menunjukkan, konsumsi gula sesuai aturan di masyarakat hanya 4,8 persen, 52,7 persen untuk takaran garam satu sendok teh per hari, dan 26,5 persen lemak atau atau lima sendok makan.

"Banyak masyarakat yang konsumsi atau pola makannya cukup berisiko terhadap kejadian penyakit tidak menular," jelas Esti.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain pola makan tak sehat, Esti mengatakan kurang bergerak atau kurang berolahraga juga turut berkaitan dengan risiko obesitas sebanyak 33,5 persen.

"Untuk mengatasi obesitas kita perlu lihat akar penyebabnya, yang bisa juga asupan makanan dan yang dikeluarkan tetapi juga faktor genetik, kebiasaan sehari-hari, atau obat-obatan tertentu," tutur Esti.

Di sisi lain, berbagi pengalaman yang menginspirasi orang sangat membantu memotivasi orang agar tak mengalami obesitas. Upaya ini juga bisa dibarengi skrining atau deteksi dini khususnya pada yang berusia di atas usia 15 tahun.

Baca juga: Deteksi Obesitas dengan Memahami Status Gizi

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Faktor Risiko Diabetes Melitus yang Perlu Diwaspadai

1 hari lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Faktor Risiko Diabetes Melitus yang Perlu Diwaspadai

Banyak faktor yang berkontribusi pada terjadinya diabetes melitus obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik. Cegah sebelum terjadi.


6 Cara Menurunkan Asam Lambung Tanpa Obat, Mengapa Harus Hindari Makanan Pedas?

2 hari lalu

Ilustrasi maag. freepik.com
6 Cara Menurunkan Asam Lambung Tanpa Obat, Mengapa Harus Hindari Makanan Pedas?

Ini beberapa cara alami yang dapat membantu menurunkan kadar asam lambung dalam tubuh yang menyebabkan maag hingga GERD.


10 Minuman Diet Penurun Berat Badan, Cocok Diminum Setiap Hari

2 hari lalu

Ilustrasi jus seledri dan sayuran (pixabay.com)
10 Minuman Diet Penurun Berat Badan, Cocok Diminum Setiap Hari

Temukan 10 minuman diet penurun berat badan yang efektif dan aman untuk dikonsumsi setiap hari, mulai dari teh hijau hingga air lemon.


6 Kebiasaan yang Menyebabkan Perut Buncit, Salah Satunya Makan Terlalu Cepat

5 hari lalu

Perut buncit bisa disebabkan oleh stress eating akibat pola tidur yang buruk.  (Canva)
6 Kebiasaan yang Menyebabkan Perut Buncit, Salah Satunya Makan Terlalu Cepat

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan perut buncit atau penimbunan lemak di perut.


Mengenal Apa Itu Diabetes Tipe 4

8 hari lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Mengenal Apa Itu Diabetes Tipe 4

Apakah diabetes tipe 4 menjadi kelanjutan dari diabetes tipe 1 dan tipe 2? Atau bagaimana?


Peneliti Sebut Kaitan Akupunktur Telinga dan Penurunan Berat Badan

9 hari lalu

Ilustrasi akupuntur. Pixabay/Waltigoehner
Peneliti Sebut Kaitan Akupunktur Telinga dan Penurunan Berat Badan

Penelitian menyebut menggabungkan akupunktur dengan diet yang dikontrol telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam menurunkan berat badan.


Mengapa Kolesterol Tinggi Disebut Silent Killer?

9 hari lalu

Ilustrasi kolesterol. Shutterstock
Mengapa Kolesterol Tinggi Disebut Silent Killer?

Kolesterol tinggi dijuluki silent killer atau gangguan kesehatan yang berakibat mematikan secara diam-diam


Penyebab Obesitas yang Harus Diwaspadai

10 hari lalu

Ilustrasi obesitas. Shutterstock
Penyebab Obesitas yang Harus Diwaspadai

Pengidap obesitas difaktori oleh konsumsi makanan dan minuman yang tinggi kalori atau energi yang biasanya berasal dari glukosa dan karbohidrat


Aparat Kepolisian di Assam India yang Obesitas Diminta Diet

11 hari lalu

Polisi berdiri di sebelah toko Kanhaiyalal Teli, seorang penjahit Hindu, yang dibunuh oleh dua tersangka Muslim di Udaipur, India, 30 Juni 2022. REUTERS/Amit Dave
Aparat Kepolisian di Assam India yang Obesitas Diminta Diet

Anggota Kepolisian di Assam, India, yang kelebihan berat badan diminta agar menurunkannya. Mereka diberi waktu tiga bulan untuk turunkan berat badan


Peneliti Temukan Kaitan Obesitas dengan Gangguan Kesuburan

15 hari lalu

Ilustrasi anak obesitas/obesitas dan kesehatan. Shutterstock.com
Peneliti Temukan Kaitan Obesitas dengan Gangguan Kesuburan

Penelitian menunjukkan anak laki-laki yang obesitas cenderung memiliki volume testis lebih rendah yang berisiko infertilitas saat dewasa.