Dampak Rokok Elektrik bagi Kesehatan Tak Berbeda dari yang Konvensional

Reporter

Ilustrasi rokok elektrik. Christopher Furlong/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, mengingatkan rokok elektrik berdampak pada kesehatan dengan efek yang hampir serupa dengan rokok konvensional. Menurutnya, rokok elektrik mengandung nikotin, bahan karsinogen, dan bahan toksin lain seperti yang ada di rokok konvensional.

"Jadi, tidak benar rokok elektrik itu lebih aman karena sama-sama ada kandungan ini. Meskipun tidak mengandung tar, ternyata rokok elektrik itu ada bahan karsinogen," jelas Agus dalam konferensi pers dukung revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012, Jumat, 12 Agustus 2022.

Dia mengatakan dalam cairan rokok elektrik ada potensi kandungan yang berdampak pada kesehatan seperti nikotin, nitrosamin, yang merupakan karsinogen atau senyawa penyebab kanker, gliserol yang dapat menyebabkan iritasi saluran napas, dan logam penyebab inflamasi paru. Rokok elektrik juga menyebabkan kecanduan. Riset yang dilakukan oleh RSUP Persahabatan dan PDPI menemukan 76,5 persen laki-laki pengisap rokok elektrik ketergantungan nikotin.

Mengutip penelitian Akademi Sains, Teknik, dan Kedokteran Nasional Amerika Serikat pada 2018, Agus mengatakan rokok elektrik dapat menimbulkan dampak kesehatan dan menyebabkan masalah pada paru seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, serta kanker paru. Dia juga menyoroti penelitian yang dilakukan di Taiwan pada 2019 yang menemukan timbul kanker paru jenis adenokarsinoma pada sembilan dari 40 mencit atau tikus yang terpapar asap rokok elektrik dengan kandungan nikotin selama 54 pekan.

Riset yang dilakukan oleh Universitas Airlangga pada 2019 dengan subjek hewan juga menemukan pajanan rokok konvensional menyebabkan kerusakan besar terhadap paru, efek yang sama dengan rokok elektrik.

"Sama dengan rokok elektrik 3 miligram. Jadi, kandungannya sama persis yang ada dalam rokok konvensional, yang kemudian menyebabkan terjadi kerusakan di jaringan paru," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut PDPI juga menyatakan dukungan agar pemerintah melakukan revisi PP 109/2012 tentang tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, yang salah satunya mengatur penggunaan rokok elektrik.

Baca juga: Benarkah Merokok Bisa Memperparah Gejala Covid-19?






Gagal Atasi Endemi Rokok sehingga Perokok Anak Meningkat, Koalisi Sipil Beri Rapor Merah untuk Jokowi - Ma'ruf

4 hari lalu

Gagal Atasi Endemi Rokok sehingga Perokok Anak Meningkat, Koalisi Sipil Beri Rapor Merah untuk Jokowi - Ma'ruf

Menurut Ifdhal Kasim, kabinet Jokowi - Ma'ruf tidak hadir selama ini dalam menangani masalah epidemi rokok di Tanah Air.


Jutaan Barang Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai: Potensi Kerugian Negara Rp 3 Miliar Lebih

7 hari lalu

Jutaan Barang Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai: Potensi Kerugian Negara Rp 3 Miliar Lebih

Potensi kerugian negara dari pungutan bea cukai atas ribuan barang sitaan ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 3 miliar.


Eks Karyawan di Bekasi Bunuh Bekas Bos Saat Mencuri Rokok di Toko Kelontong

14 hari lalu

Eks Karyawan di Bekasi Bunuh Bekas Bos Saat Mencuri Rokok di Toko Kelontong

Eks karyawan itu hendak mencuri di toko kelontong tempat dia pernah bekerja. Namun aksinya diketahui oleh bekas bosnya. Curi sejumlah dus rokok.


Hindari Skincare Ini, Bila Anda Sedang Hamil

18 hari lalu

Hindari Skincare Ini, Bila Anda Sedang Hamil

Terdapat beberapa jenis skincare yang bila digunakan oleh ibu hamil dapat membahayakan kesehatan janin


4 Kiat Jaga Kesehatan Tulang

19 hari lalu

4 Kiat Jaga Kesehatan Tulang

Kesehatan tulang dapat diterapkan dengan melakukan serangkaian kebiasaan berikut.


Ekonom Sebut Kenaikan Cukai Rokok Tak Terlampau Bedampak ke Pendapatan Negara

19 hari lalu

Ekonom Sebut Kenaikan Cukai Rokok Tak Terlampau Bedampak ke Pendapatan Negara

Pemerintah akan menaikkan cukai rokok sebesar 10 persen pada 2023 dan 2024.


Alasan Kasus Kanker di Indonesia Terus Naik, Hasbullah: Konsumsi Nikotin Seperti Rokok

21 hari lalu

Alasan Kasus Kanker di Indonesia Terus Naik, Hasbullah: Konsumsi Nikotin Seperti Rokok

Menurut Hasbullah Thabrany, faktor risiko kanker terbesar disebabkan karena konsumsi nikotin seperti rokok.


Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen Dinilai Masih Kurang Untuk Mengendalikan Konsumsi

22 hari lalu

Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen Dinilai Masih Kurang Untuk Mengendalikan Konsumsi

Komite Nasional Pengendalian Tembakau memberikan usulan kepada pemerintah menambah tarif cukai guna menekan konsumsi rokok.


Inilah 4 Alasan Cukai Rokok Naik 10 Persen Menurut Sri Mulyani

24 hari lalu

Inilah 4 Alasan Cukai Rokok Naik 10 Persen Menurut Sri Mulyani

Tarif cukai rokok naik 10 persen disetujui Jokowi dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. Alasannya, selain karena faktor kesehatan, juga untuk meningkatkan pendapatan negara.


Cukai Rokok Naik Tahun Depan, Kemenkes Semula Berharap Bisa Sampai 25 Persen

25 hari lalu

Cukai Rokok Naik Tahun Depan, Kemenkes Semula Berharap Bisa Sampai 25 Persen

Kemenkes angkat bicara menanggapi keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 10 persen.