"

5 Tips Kurangi Obesitas Visceral

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

Ilustrasi obesitas. Shutterstock
Ilustrasi obesitas. Shutterstock

TEMPO.CO, JakartaObesitas adalah masalah kesehatan utama yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap kali keseimbangan energi positif (mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda keluarkan), itu akan mengumpulkan sebagai lemak (juga dikenal sebagai "jaringan adiposa"). Dimungkinkan untuk mengakumulasi jaringan adiposa di wilayah tubuh mana pun, tetapi justru lemak visceral, disimpan di daerah pinggang, yang merupakan yang paling berbahaya bagi kesehatan.

Lemak visceral dikenal juga sebagai lemak yang tersembunyi di dalam tubuh. Lemak visceral yang terletak di dekat hati, pankreas, ginjal dan usus akan bertindak sebagai semacam benda asing. Ini ditafsirkan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sesuatu yang seharusnya tidak ada di sana. Ini adalah penyebab paling umum dari diabetes tipe 2, perubahan lemak darah dan hipertensi.

Anggota Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife Nutrition Dr. Rimbawan mengatakan semua patologi ini dulunya disebut "Sindrom Metabolik," yang bertanggung jawab untuk menurunkan kuantitas dan kualitas hidup. "Obesitas visceral juga berkaitan dengan pembentukan batu kandung empedu, hati berlemak, sleep apnea (gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang terhenti sementara), perubahan memori karena usia dan bahkan beberapa kanker. Kondisi ini juga dapat muncul karena alasan lain, sehingga mengatasi obesitas tidak serta merta mengurangi atau menghilangkan risiko kesehatan," kata Rimbawan dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 18 Agustus 2022.

Ada banyak alat untuk mendiagnosis dan mengukur obesitas visceral, termasuk USG, computed tomography, dan banyak lagi. Pengukuran yang paling mudah diperoleh adalah lingkar pinggang. Saat ini, pita pengukur bahkan lebih penting untuk memperkirakan status kesehatan seseorang daripada skalanya.

Untuk mengukur lingkar pinggang dengan benar, dengan individu berdiri, perimeter terbesar antara tulang rusuk terakhir dan lambang tulang iliaka (bagian paling atas pinggul) harus digunakan. Untuk pria, pinggang rata-rata tidak boleh berukuran lebih dari 37 inci (94 cm). Untuk wanita, maksimum yang disarankan adalah 31,5 inci (80 cm). Setiap kali angka-angka ini lebih besar dari 40,2 in. (102 cm) untuk pria dan 35 in. (88 cm) untuk wanita, ada risiko yang sangat tinggi untuk mengembangkan diabetes atau penyakit kardiovaskular.

Mengadopsi gaya hidup sehat dan aktif adalah cara paling efektif untuk mengatasi obesitas visceral. Berikut ada 5 tips untuk mengurangi obesitas visceral:

1.Olahraga aerobik dan anaerobik secara teratur, termasuk berjalan, menari, berenang, dan bersepeda sesering mungkin.

2.Peningkatan konsumsi protein bernilai tinggi (kedelai, telur, dan daging tanpa lemak).

3.Sertakan sumber serat, vitamin, mineral, dan fitonutrien yang baik dengan sifat antioksidan dalam makanan sehari-hari Anda. Karbohidrat yang baik, yang memiliki indeks glikemik rendah, juga sangat penting.

4.Hindari kelebihan kalori dari gula sederhana, minuman berpemanis gula, dan makanan berlemak.

5.Mengelola stres dan tidur yang baik juga penting untuk melawan obesitas visceral.

Rimbawan mengingatkan tentang pentingnya mengatur pola makanan dalam jumlah sesuai kebutuhan tubuh. "Dengan menerapkan gizi yang seimbang dalam setiap menu makanan yang kita konsumsi seperti memperbanyak konsumsi buah dan sayur disertai penurunan konsumsi daging, konsumsi protein bermutu tinggi, tetap penuhi kebutuhan cairan dengan konsumsi cairan setara 8 gelas air, selain itu perlu meperhatikan asupan beberapa vitamin dan mineral. Semua itu dapat berdampak positif pada kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan Anda sekarang dan di masa mendatang,” kata Rimbawan.

Baca: Obesitas, Bayi 10 Bulan Ini Beratnya Mencapai 28 Kg








Cegah Anak Obesitas dengan Mengubah Pola Makan

13 hari lalu

Ilustrasi anak makan junk food. healthyhug.com
Cegah Anak Obesitas dengan Mengubah Pola Makan

Dokter mengatakan mengubah pola makan menjadi langkah pertama menangani anak obesitas sebelum memintanya berolahraga sesuai usia.


Cukupi Asupan Protein Hewani Anak untuk Gantikan Camilan

14 hari lalu

Ilustrasi anak makan junk food. impactlab.net
Cukupi Asupan Protein Hewani Anak untuk Gantikan Camilan

Dokter menyarankan mencukupi asupan protein hewani dan serat dari sumber alami untuk anak agar anak tidak menyantap camilan rendah nutrisi.


Dokter Sebut Kaitan Kurang Tidur dan Risiko Obesitas

14 hari lalu

Ilustrasi wanita kurang tidur. Freepik.com/Benzoix
Dokter Sebut Kaitan Kurang Tidur dan Risiko Obesitas

Dokter gizi mengingatkan kurang tidur, khususnya pada usia produktif, berisiko obesitas di kemudian hari.


Asupan Energi Tak Seimbang Sebabkan Obesitas pada Anak

15 hari lalu

Ilustrasi anak obesitas/obesitas dan kesehatan. Shutterstock.com
Asupan Energi Tak Seimbang Sebabkan Obesitas pada Anak

Obesitas pada anak karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan energi yang keluar sehingga kelebihannya disimpan dalam jaringan lemak.


Cegah Anak Obesitas dengan Edukasi Gizi sejak Orang Tua Belum Menikah

16 hari lalu

Ilustrasi anak makan junk food. shutterstock.com
Cegah Anak Obesitas dengan Edukasi Gizi sejak Orang Tua Belum Menikah

Edukasi gizi dalam keluarga diperlukan demi mencegah anak obesitasdan bisa dimulai sejak orang tua belum menikah.


4 Miliar Penduduk Dunia Akan Mengalami Obesitas Pada 2035

16 hari lalu

Ilustrasi obesitas. Shutterstock
4 Miliar Penduduk Dunia Akan Mengalami Obesitas Pada 2035

Lebih dari separuh penduduk dunia atau sekitar 4 miliar diperkirakan bakal mengalami obesitas sekitar 12 tahun lagi.


Kelainan Genetika Bisa Jadi Pemicu Anak Obesitas

16 hari lalu

Ilustrasi anak obesitas berolahraga. Kevin Frayer/Getty Images
Kelainan Genetika Bisa Jadi Pemicu Anak Obesitas

Pakar menjelaskan obesitas pada anak bisa disebabkan kelainan genetika selain gaya hidup tak sehat seperti makan yang tak sehat.


Langkah Awal Hindari Penyakit Kanker, Jangan Sampai Obesitas

17 hari lalu

Ilustrasi obesitas. Shutterstock
Langkah Awal Hindari Penyakit Kanker, Jangan Sampai Obesitas

Menjaga berat badan seimbang dan tidak sampai alami obesitas adalah langkah awal untuk pencegahan kanker


40 Persen Warga Jakarta Obesitas, Ini Pesan IDAI

18 hari lalu

Ilustrasi obesitas. Shutterstock.com
40 Persen Warga Jakarta Obesitas, Ini Pesan IDAI

Ketua IDAI mengungkapkan 40 persen orang di Jakarta usia 15 tahun ke atas berperut buncit atau obesitas sentral. Apa penyebab dan solusinya?


Cegah Sindrom Metabolik pada Anak dengan Biasakan Makan Sehat

19 hari lalu

Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com
Cegah Sindrom Metabolik pada Anak dengan Biasakan Makan Sehat

Ahli gizi mengingatkan pola asuh orang tua dalam memberi makan anak bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah anak mengalami sindrom metabolik.