Rokok Elektrik atau Konvensional Sama-sama Berisiko Kanker Paru

Reporter

Ilustrasi rokok elektrik atau vaping dan rokok tembakau atau konvensional. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Walau tidak memiliki kandungan nikotin sebanyak rokok konvensional, rokok elektrik atau vape tetap menyebabkan masalah pada kesehatan, mulai dari batuk hingga potensi kanker paru. Begitu menurut Medical Underwriter Sequis, dr. Debora Aloina Ita Tarigan.

“Pada vape terdapat kandungan karsinogen dan nikotin yang berpotensi menyebabkan iritasi tenggorokan dan gangguan saluran pernapasan," katanya.

Debora menjelaskan paparan asap vape tidak hanya berbahaya bagi penggunanya tapi juga sekelilingnya, terutama anak-anak, karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. Asap vape juga dapat menempel pada permukaan benda dan berpotensi masuk ke dalam organ tubuh.

Menurutnya, asap atau uap nikotin yang terkandung dalam vape dapat menyebabkan kecanduan jangka panjang karena paparan asap rokok konvensional maupun vape, termasuk juga polutan, bahan kimia, atau radiasi, dapat menyebabkan radang dan iritasi pada paru. Peradangan ini dapat berlangsung singkat hingga kronis. Kemudian, apabila terjadi iritasi berkepanjangan maka berpotensi merusak organ pernapasan dan memicu penyakit kritis seperti kanker paru kronis dan penyakit jantung.

“Gejala kanker paru biasanya tidak dapat dideteksi cepat dan awam. Dibutuhkan serangkaian pemeriksaan fisik maupun laboratorium, seperti pemeriksaan dahak, X-Ray, CT scan paru, biopsi paru, dan bronkoskopi untuk menegakkan diagnosis kanker paru," ujarnya.

Pola hidup sehat
Ia menyarankan para perokok dan pengguna vape meninjau kembali kebiasaan mereka dengan mengurangi hingga benar-benar berhenti merokok dan menggunakan vape. Dia juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, diimbangi istirahat yang cukup.

Masyarakat juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah kanker paru, mulai dari pemeriksaan kesehatan standar hingga rontgen dada atau CT scan paru. Debora menambahkan saat ini terdapat sejumlah pilihan pengobatan kanker paru, yakni pembedahan atau operasi, target terapi, radioterapi, dan kemoterapi.

Pengobatan dengan kemoterapi hanya dapat dilakukan ketika karsinoma sel kecil telah menyebar ke bagian tubuh lain sehingga tidak mungkin dilakukan pembedahan. Terapi ini membutuhkan tindakan medis berbiaya besar, waktu yang panjang, peralatan medis yang lengkap dan canggih, mulai dari rawat jalan, rawat inap, dan rawat jalan pascarawat inap.

Baca juga: Dampak Rokok Elektrik bagi Kesehatan Tak Berbeda dari yang Konvensional






Vape Tingkatkan Risiko Kerusakan Gigi dan Penyakit Periodontal

23 jam lalu

Vape Tingkatkan Risiko Kerusakan Gigi dan Penyakit Periodontal

Ada banyak alasan orang mengkonsumsi vape. Studi menyebutkan vape bisa meningkatkan kerusakan gigi dan penyakit periodontal.


Kenali Sakit Dada Bagian Kanan Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya

1 hari lalu

Kenali Sakit Dada Bagian Kanan Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya

Sakit dada bagian kiri mengindikasi penyakit jantung, sedangkan sakit dada bagian kanan menjadi tanda dari penyakit apa?


Gagal Atasi Endemi Rokok sehingga Perokok Anak Meningkat, Koalisi Sipil Beri Rapor Merah untuk Jokowi - Ma'ruf

1 hari lalu

Gagal Atasi Endemi Rokok sehingga Perokok Anak Meningkat, Koalisi Sipil Beri Rapor Merah untuk Jokowi - Ma'ruf

Menurut Ifdhal Kasim, kabinet Jokowi - Ma'ruf tidak hadir selama ini dalam menangani masalah epidemi rokok di Tanah Air.


Sejumlah Faktor Risiko Penyebab Kanker Paru

5 hari lalu

Sejumlah Faktor Risiko Penyebab Kanker Paru

Dokter mengingatkan sejumlah faktor risiko yang mempengaruhi timbulnya kanker paru, termasuk merokok dan polusi udara.


Jutaan Barang Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai: Potensi Kerugian Negara Rp 3 Miliar Lebih

5 hari lalu

Jutaan Barang Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai: Potensi Kerugian Negara Rp 3 Miliar Lebih

Potensi kerugian negara dari pungutan bea cukai atas ribuan barang sitaan ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 3 miliar.


Ragam Penyebab Batuk Tak Juga Sembuh

6 hari lalu

Ragam Penyebab Batuk Tak Juga Sembuh

Ada beberapa penyebab batuk tidak kunjung sembuh. Berikut penyebab batuk berkepanjangan, gejala, dan cara pengobatan.


Sederet Larangan FIFA Selama Piala Dunia 2022 Qatar, Apa Lagi Selain Tak Boleh Minum Alkohol?

7 hari lalu

Sederet Larangan FIFA Selama Piala Dunia 2022 Qatar, Apa Lagi Selain Tak Boleh Minum Alkohol?

FIFA resmi melarang penjualan bir di Piala Dunia 2022. Berikut sederet larangan lainnya selama world cup 2022 di Qatar.


Eks Karyawan di Bekasi Bunuh Bekas Bos Saat Mencuri Rokok di Toko Kelontong

11 hari lalu

Eks Karyawan di Bekasi Bunuh Bekas Bos Saat Mencuri Rokok di Toko Kelontong

Eks karyawan itu hendak mencuri di toko kelontong tempat dia pernah bekerja. Namun aksinya diketahui oleh bekas bosnya. Curi sejumlah dus rokok.


4 Kiat Jaga Kesehatan Tulang

17 hari lalu

4 Kiat Jaga Kesehatan Tulang

Kesehatan tulang dapat diterapkan dengan melakukan serangkaian kebiasaan berikut.


Alasan Kasus Kanker di Indonesia Terus Naik, Hasbullah: Konsumsi Nikotin Seperti Rokok

19 hari lalu

Alasan Kasus Kanker di Indonesia Terus Naik, Hasbullah: Konsumsi Nikotin Seperti Rokok

Menurut Hasbullah Thabrany, faktor risiko kanker terbesar disebabkan karena konsumsi nikotin seperti rokok.