Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kelebihan Memakai Kaos dari Kain Katun Bambu saat Cuaca Panas

image-gnews
Inovasi hijab yang terbuat dari bahan serat bambu. Teen.co.id
Inovasi hijab yang terbuat dari bahan serat bambu. Teen.co.id
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca panas yang cukup menyengat akhir-akhir ini kerap membuat orang mudah kegerahan. Alhasil tubuh pun mudah berkeringat dan membuat baju gampang basah. Ada beberapa kain yang cocok digunakan di situasi tersebut salahsatunya adalah kain katun bambu.

Kaus berbahan katun bambu dibuat dari serat bambu. Hal itu menyebabkan pakaian dengan kain tersebut terasa lebih adem.

Penggunaan bahan cotton bambu mulai banyak dilirik sebab bahan ini dinilai ramah lingkungan, tak hanya itu cotton bambu menghasilkan kaus yang berkualitas. 

Katun Bambu sendiri terbuat dari dua serat bahan alami yakni serat kapas dan serat bambu. Mengutip dari berbagai sumber, berikut kelebihan dari katun bambu: 

1. Ramah Lingkungan

Mengutip dari tshirtbar.id, bahan katun yang terbuat dari serat kapas menghasilkan limbah lebih banyak bila dibandingkan serat bambu. Tanaman kapas membutuhkan pestisida untuk mencegahnya dari serangan hama, berbeda dengan bambu yang secara alami tahan terhadap hama. Selain itu, bahan kaus dari katun bambu yang sudah tidak digunakan akan lebih mudah terurai (degradable) dibandingkan kaus dari bahan serat kapas. 

2. Nyaman Digunakan 

Dilansir dari fitinline.com, kain katun bambu sangat nyaman digunakan, sebab saat dipakai ketika musim panas akan terasa dingin di kulit dan bersifat menghangatkan saat musim dingin. Kain katun bambu juga tidak menimbulkan alergi sebab terbuat dari serat bambu yang halus dan tidak menggunakan bahan kimia.

3. Tidak mudah bau 

Kain dari katun  bambu memiliki daya kapilaritas yang tinggi sehingga tidak mudah lembab dan tidak mudah berbau.

4. Warna lebih awet 

Dilansir dari kaos.oscas.co.id, warna pada kain cotton bambu lebih awet bila dibandingkan dengan kain lainnya. Waktu yang diperlukan oleh cotton bambu untuk mencapai titik pemudarannya sangat lama sehingga banyak disukai orang.

5. Dapat menangkal sinar UV

Kain cotton bambu memiliki ketahanan tinggi terhadap paparan sinar ultraviolet. Nilai ketahanannya bahkan mencapai 417 kali lipat lebih baik bila dibandingkan bahan lainnya.

Pilihan Editor: Inovasi Hijab dari Serat Bambu, Kurangi Dampak Negatif Lingkungan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Cerita Pengusaha Konfeksi Rumahan Ketar-ketir Hadapi Banjir Pakaian Impor Berharga Murah

1 hari lalu

Suasana di salah satu gudang konveksi di Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juli 2024. Dalam dua bulan terakhir, pengelola konfeksi memangkas jumlah pekerja hingga 50 persen akibat sepinya orderan yang masuk. TEMPO/Nandito Putra
Cerita Pengusaha Konfeksi Rumahan Ketar-ketir Hadapi Banjir Pakaian Impor Berharga Murah

Sejumlah usaha konfeksi rumahan mulai kesulitan hingga harus mengurangi pekerja. Pemicunya diduga karena pasar domestik dipenuhi impor berharga murah.


Pakar Sarankan Pakai Baju Merah ke Bandara, Kenapa?

3 hari lalu

Ilustrasi bandara (Pixabay)
Pakar Sarankan Pakai Baju Merah ke Bandara, Kenapa?

Staf maskapai penerbangan di bandara mungkin secara tidak sadar menganggap penumpang berbaju merah lebih penting atau berstatus lebih tinggi.


3 Tips Menentukan SPF pada Sunscreen yang Akan Digunakan

4 hari lalu

Ilustrasi memakai tabir surya atau sunscreen untuk anak. Freepik.com
3 Tips Menentukan SPF pada Sunscreen yang Akan Digunakan

Memilih sunscreen pada tabir surya bisa bergantung kepada berbagai faktor, termasuk jenis kulit, durasi paparan sinar matahari, dan aktivitas diri.


Despicable Me 4 Diprediksi Jadi Kompetitor Terbesar Inside Out 2 di Musim Panas 2024

11 hari lalu

Despicable Me 4. Dok. YouTube Illumination
Despicable Me 4 Diprediksi Jadi Kompetitor Terbesar Inside Out 2 di Musim Panas 2024

Despicable Me 4 diprediksikan menjadi kompetitor terbesar dari Inside Out 2 yang telah memecahkan rekor dan menjadi film terlaris tahun 2024.


Viral Video Tamu Hotel Mewah di Dubai Menjemur Pakaian di Balkon

14 hari lalu

Ilustrasi hotel terbesar di dunia. Foto: Canva
Viral Video Tamu Hotel Mewah di Dubai Menjemur Pakaian di Balkon

Viral video seorang ibu sedang menjemur beberapa potong pakaian di balkon hotel The Palm Atlantis di Dubai. Ada yang memuji, ada pula yang mengkritik


Uni Emirat Arab Imbau Khatib Batasi Waktu Khutbah Jumat Selama Musim Panas

15 hari lalu

Ilustrasi khotbah salat Jumat. TEMPO/Imam Sukamto
Uni Emirat Arab Imbau Khatib Batasi Waktu Khutbah Jumat Selama Musim Panas

Pemerintah UEA memberi arahan agar membatasi khutbah Jumat supaya tidak melebihi 10 menit karena suhu musim panas yang terik.


6 Fakta Wabah Bakteri Pemakan Daging di Jepang

16 hari lalu

Ilustrasi bakteri. reddit.com
6 Fakta Wabah Bakteri Pemakan Daging di Jepang

Belum ada vaksin khusus untuk menangani wabah bakteri pemakan daging di Jepang


4 Fakta Tajikistan Atur Busana Rakyatnya, Ada Larangan Jilbab, Busana Barat dan Sendal Jepit

16 hari lalu

Seorang wanita berada di depan benteng Hisor yang berada di komplek kota tua Hisor (Hissar), Tajikistan, Selasa, 10 September 2019. Penjelajah dunia Marcopolo serta penakluk dunia Alexander Agung dan Jenghis Khan pernah singgah di kota ini. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
4 Fakta Tajikistan Atur Busana Rakyatnya, Ada Larangan Jilbab, Busana Barat dan Sendal Jepit

Larangan jilbab dilaporkan muncul di Tajikistan, rakyat juga dilarang gunakan pakaian barat dan sendal jepit


6 Destinasi Perayaan Midsummer di Eropa, dari Stonehenge yang Magis sampai Islandia yang Ajaib

20 hari lalu

6 Destinasi Perayaan Midsummer di Eropa, dari Stonehenge yang Magis sampai Islandia yang Ajaib

Perayaan midsummer di Eropa berlangsung di waktu yang berbeda-beda di setiap negara, tapi umumnya dirayakan pada 21 hingga 24 Juni.


Mengenal Tradisi Midsummer di Eropa, Merayakan Hari Terpanjang dalam Setahun

20 hari lalu

Pesta Midsummer di Swedia untuk merayakan hari terpanjang selama setahun. (Pixabay)
Mengenal Tradisi Midsummer di Eropa, Merayakan Hari Terpanjang dalam Setahun

Perayaan midsummer di Swedia sebagian besar berasal dari tradisi berusia berabad-abad.