Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Makanan Khas yang Biasa Disajikan saat 17 Agustus

image-gnews
Nasi tumpeng yang disediakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-74 di Konsulat Jenderal RI, di Istanbul, Turki, 17 Agustus 2019. Foto/Radhi Islami
Nasi tumpeng yang disediakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-74 di Konsulat Jenderal RI, di Istanbul, Turki, 17 Agustus 2019. Foto/Radhi Islami
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Peringatan kemerdekaan Indonesia sudah didepan mata. Bendera dan aksesoris di jalanan sudah mulai dipasang sejak awal Agustus lalu. Di berbagai daerah, beragam kompetisi diadakan sebagai bagian dari kemeriahan menyambut hari kemerdekaan. Banyak masyarakat yang melakukan syukuran masal dan makan bersama di malam sebelum tanggal 17 Agustus. Umumnya terdapat makanan-makanan tertentu yang disajikan dalam perayaan-perayaan seperti ini dan identik dengan rasa syukur akan kemerdekaan yang telah diraih. Berikut merupakan makanan-makanan tradisional nusantara biasanya dihidangkan saat 17 Agustus.

Nasi Tumpeng

Tumpeng merupakan makanan khas nusantara yang biasa disajikan saat perayaan khusus. Makanan ini memang merupakan makanan perayaan, umumnya tumpeng jarang dibuat hanya sekadar untuk dimakan sehari-hari. Beras yang diolah dalam tumpeng biasa disajikan dalam berbagai warna, ada yang berwarna kuning dan nasi putih yang disandingkan dengan nasi merah seolah menggambarkan bendera merah putih. Lebih meriah lagi, nasi tumpeng juga disajikan dengan berbagai lauk-pauk mulai dari tempe kering, sambal goreng kentang, perkedel, ayam bakar atau goreng, hingga lauk pauk khas daerah di nusantara seperti rendang. Saat perayaan 17 Agustus, tumpeng juga biasa dijadikan ajang perlombaan yakni menghias tumpeng.

Bubur Merah Putih

Sama halnya dengan tumpeng yang dihias meriah dengan warna merah dan putih. Bubur merah putih khas Jawa atau yang sering disebut jenang sengkala juga menjadi salah satu makanan yang disajikan saat perayaan hari kemerdekaan. Bubur merah putih ini berbahan dasar dari beras atau nasi yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Warna aslinya adalah merah dan coklat, namun warna kecoklatan tersebut didapat dari pencampuran gula merah Jawa sehingga banyak disebut bubur merah putih.

Urap

Dilansir dari laman Voi.id, dalam tradisi Jawa urap akan disajikan bersamaan dengan nasi tumpeng untuk merayakan ulang tahun atau mensyukuri hidup. Urap sendiri merupakan sayuran yang direbus dan dicampur dengan parutan kelapa yang telah diberi bumbu. Makanan ini juga identik dengan kemeriahan hari kemerdekaan Indonesia, karena kesegarannya apabila disandingkan dengan nasi yang berbentuk tumpeng. Keduanya menjadi simbol kesegaran dan kemakmuran bangsa di umur yang baru.

Klepon

Klepon merupakan salah satu makanan daerah yang paling populer di Indonesia. Umumnya, klepon paling banyak ditemui berwarna hijau. Warna hijau tersebut didapat dari pewarna alami yang berasal dari saripati daun suji. Didalam makanan yang ditaburi dengan parutan kelapa ini diisi dengan gula merah atau gula aren yang meleleh saat digigit. Dalam masyarakat Jawa Kuno, klepon sering dihidangkan saat perayaan atau melakukan ritual keselamatan. Dewasa ini, klepon yang hadir di masyarakat sudah memiliki banyak variasi warna. Biasanya dalam perayaan 17 Agustus klepon diberi warna merah dan putih yang melambangkan bendera merah putih tercinta.

Nasi Tutug Oncom

Nasi Tutug Oncom merupakan makanan khas Sunda yang memiliki aroma semerbak kencur. Seperti namanya, nasi yang sering disajikan dalam perayaan 17 Agustus ini merupakan campuran dari nasi putih dan oncom. Oncom sendiri merupakan makanan fermentasi dari bahan tempe dan kedelai yang terkenal karena rasa, aroma, dan bentuknya yang unik. Selain itu, bawang putih dan cabe merah juga turut dicampurkan untuk memperkuat rasa lezat dan otentik dari nasi tutug oncom.

Pilihan Editor: Cara Membuat Bubur Merah Putih, Makanan Khas 17 Agustus dengan Aroma Pandan yang Semerbak

 

Iklan

Berita Selanjutnya




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ketika Warga Jepang Ikut Balap Karung dan Lomba Makan Kerupuk

29 hari lalu

Warga Jepang mengikuti lomba makan kerupuk di Balai Indonesia, Tokyo, Sabtu (26/8). (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)
Ketika Warga Jepang Ikut Balap Karung dan Lomba Makan Kerupuk

Warga Jepang dan WNI mengikuti sejumlah perlombaan memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Indonesia, Tokyo


Seputar Proklamasi Kemerdekaan: Begini Sidang-sidang PPKI

37 hari lalu

Presiden Soekarno saat pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta Pusat. ANTARA/IPHOS
Seputar Proklamasi Kemerdekaan: Begini Sidang-sidang PPKI

Dalam kisah-kisah seputar Proklamasi Kemerdekaan adalah PPKI. Ia lahir dari rahim BPUPKI yang memiliki cita-cita mempersiapkan kemerdekaan Indonesia


Megawati, Rachmawati Soekarnoputri dan 2 Cucu Soeharto Pernah Jadi Anggota Paskibraka

38 hari lalu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato dalam penutupan Rakernas III PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Juni 2023. Rakernas III PDI Perjuangan itu menghasilkan 17 poin rekomendasi eksternal seperti visi-misi Capres-Cawapres dari PDIP, dan memerintahkan seluruh kader Partai menangkan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. TEMPO/M taufan Rengganis
Megawati, Rachmawati Soekarnoputri dan 2 Cucu Soeharto Pernah Jadi Anggota Paskibraka

Dua putri Sukarno, Megawatid an Rachmawati Soekarnoputri pernah menjadi anggota Paskibraka. Begitu pula 2 cucu Soeharto.


Alasan Sukarno Pilih 17 Agustus 1945 untuk Proklamasi, Ada Nilai Spiritual yang Diyakininya

38 hari lalu

Soekarno Presiden pertama Indonesia di Jakarta, saat para fotografer meminta waktu untuk memfotonya Presiden Sukarno tersenyum, dengan mengenakan seragam dan topi, sepatu juga kacamata hitam yang menjadi ciri khasnya. Sejarah mencatat sedikitnya Tujuh Kali Soekarno luput, Lolos, Dan terhindar dari kematian akibat ancaman fisik secara langsung, hal yang paling menggemparkan adalah ketika Soekarno melakukan sholat Idhul Adha bersama, tiba tiba seseorang mengeluarkan pistol untuk menembaknya dari jarak dekat, beruntung hal ini gagal. (Getty Images/Jack Garofalo)
Alasan Sukarno Pilih 17 Agustus 1945 untuk Proklamasi, Ada Nilai Spiritual yang Diyakininya

Mengapa Sukarno bersikeras melakukan proklamasi pada 17 Agustus 1945? Berikut beberapa alasannya antara lain terkait bulan Ramadan, dan Jumat Legi.


4 Tips Agar Tidak Pingsan Saat Mengikuti Upacara Bendera

38 hari lalu

Ilustrasi upacara bendera. ANTARA
4 Tips Agar Tidak Pingsan Saat Mengikuti Upacara Bendera

Tak jarang, para peserta yang mengikuti upacara bendera merasa pusing dan tidak kuat, bahkan tidak kuat hingga pingsan.


8 Selebritas yang Rayakan Ulang Tahun Bersamaan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan

38 hari lalu

Brand Ambassador baru FIBA World Cup 2023 Cinta Laura memberikan sambutan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2023.  Ada lima kategori tiket yang disiapkan pihak penyelenggara. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
8 Selebritas yang Rayakan Ulang Tahun Bersamaan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan

Berikut ini adalah selebritas Indonesia yang ulang tahunnya dimeriahkan seluruh negeri karena bertepatan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan.


Kilas Balik Pembentukan FPI 17 Agustus 1998

38 hari lalu

Plat nomor B 1998 FPI terpasang di Kawasan Petamburan 3, Jakarta, Kamis, 31 Desember 2020. Pasca dibubarkannya Ormas Front Pembela Islam (FPI) oleh Pemerintah dan pencopotan atribut FPI, kawasan Petamburan 3 tampak sepi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Kilas Balik Pembentukan FPI 17 Agustus 1998

FPI didirikan pada 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-umm, Kampung Utan, Ciputat, Tangerang Selatan.


Manfaat Lomba di Hari Kemerdekaan pada Anak Menurut Psikolog

38 hari lalu

Seorang anak saat mengikuti lomba makan kerupuk di Kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2022.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Manfaat Lomba di Hari Kemerdekaan pada Anak Menurut Psikolog

Psikolog mengatakan lomba setiap Hari Kemerdekaan RI dapat menumbuhkan semangat perjuangan dan menanamkan nilai moral pada anak.


Menguak Filosofi Baju Adat Jokowi Maupun Ibu Negara pada HUT RI ke-78

38 hari lalu

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenakan baju daerah Ageman Songkok Singkepan Ageng saat mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Agustus 2023. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Menguak Filosofi Baju Adat Jokowi Maupun Ibu Negara pada HUT RI ke-78

Kali ini, Presiden Jokowi mengenakan baju adat Ageman Songkok Singkepan Ageng dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Apa makna baju adat itu?


Duta Besar Febrian Ruddyard Memimpin HUT RI ke-78 di Jenewa

38 hari lalu

Duta Besar Febrian Ruddyard, Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional di Jenewa, memimpin HUT RI ke-78 di Jenewa pada Kamis, 17 Agustus 2023. Sumber: dokumen PTRI Swiss
Duta Besar Febrian Ruddyard Memimpin HUT RI ke-78 di Jenewa

Acara HUT RI ke-78 di Jenewa di antaranya diramaikan dengan berbagai perlombaan.