Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sederet Mitos soal Menopause yang Perlu Diketahui

image-gnews
Ilustrasi menopause. shutterstock.com
Ilustrasi menopause. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menopause adalah tahap normal dalam kehidupan perempuan ketika periode menstruasinya berakhir dan terjadi perubahan hormonal lainnya. Hal ini biasanya terjadi antara usia 45-55 tahun.

Dikutip dari Times of India, berikut lima mitos menopause yang sebaiknya tidak lagi Anda percayai.

1. Menopause terjadi pada usia yang tetap

Menopause tidak dimulai pada usia yang sama. Meskipun menopause biasanya terjadi pada usia sekitar 51 tahun, bagi beberapa wanita hal ini mungkin terjadi cepat atau lambat. Menopause dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain genetik, gaya hidup, dan kesehatan secara umum. Penting untuk menyadari tanda-tanda dan gejala peringatan menopause dan berbicara dengan profesional kesehatan untuk menentukan tahap transisi yang tepat.

2. Menopause merupakan krisis kesehatan mental

Menopause sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati dan perubahan emosi. Namun ini bukanlah krisis kesehatan mental. Masa transisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik dan emosional Anda seiring dengan perubahan hormonal yang terjadi selama menopause. 

Tahap ini bisa menimbulkan perasaan stres, khawatir, bahkan sedih. Penting untuk memprioritaskan perawatan diri, mencari dukungan jika diperlukan, dan mempertahankan pandangan positif selama masa transisi ini. Menopause juga bisa menjadi masa penemuan diri dan pertumbuhan pribadi.

3. Penambahan berat badan selama periode tidak bisa dihindari

Kenaikan berat badan selama menopause merupakan kekhawatiran umum, namun bisa dihindari. Perubahan hormon dapat mempengaruhi komposisi dan metabolisme tubuh, sehingga memudahkan penambahan berat badan, terutama di sekitar perut. Mempertahankan pola makan bergizi, berolahraga secara teratur, dan perubahan gaya hidup lainnya dapat membantu mencegah atau mengelola penambahan berat badan selama fase ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

4. “Akhir” dari kehidupan seks

Salah satu kesalahpahaman paling umum tentang menopause adalah bahwa kehidupan seks telah berakhir. Menopause memang bisa mempengaruhi kesehatan seksual, namun bukan berarti keintiman berakhir. Ada banyak perawatan dan perubahan gaya hidup yang tersedia untuk mengatasi masalah ini.

Namun beberapa orang mungkin mengalami penurunan estrogen yang dapat menyebabkan kekeringan dan nyeri di area vagina. Masalah ini dapat diatasi dengan mengoleskan pelembab pada vagina untuk mengurangi kekeringan, penggunaan pelumas, dan olahraga.

5. Semua perempuan memiliki gejala seperti hot flashes dan keringat malam

Ada berbagai cara untuk mengatasi gejala vasomotor yang tidak nyaman (VMS) menopause seperti rasa panas dan keringat malam. Hot flash adalah saat wajah dan tubuh bagian atas mengalami panas ekstrem secara tiba-tiba. 

Hal ini sering menimbulkan ketidaknyamanan. Berkeringat di malam hari, yang membuat Anda tetap terjaga di malam hari, adalah efek samping khas dari menopause. Ini adalah gejala umum namun tidak semua wanita mengalaminya.

Pilihan Editor: Usia Rata-rata Menopause dan Ragam Gejalanya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Saran Psikiater bagi Orang Tua dalam Menghadapi Anak Korban Kekerasan

23 jam lalu

Ilustrasi kekerasan pada anak. Pexels/Mikhail Nilov
Saran Psikiater bagi Orang Tua dalam Menghadapi Anak Korban Kekerasan

Orang tua diminta tak meremehkan atau mengabaikan dan membiarkan anak yang mengalami kekerasan karena berdampak pada kesehatan mental.


6 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Lansia, Apa Lagi Selain untuk Kesehatan Mental?

1 hari lalu

Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com
6 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Lansia, Apa Lagi Selain untuk Kesehatan Mental?

Salah satu manfaat dari memiliki hewan peliharaan adalah baik untuk kesehatan mental. Selain itu, ternyata memelihara anjing atau kucing dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Berikut selengkapnya.


Hari Anak Nasional, Ini Pesan Praktisi Kesehatan buat Orang Tua

1 hari lalu

Petugas kesehatan memberikan vaksin polio tetes tahap pertama kepada seorang bayi di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 23 Juli 2024. Pemprov Sulawesi Barat menggelar pelaksanaan vaksin polio tahap pertama dan kedua secara serentak di sejumlah kabupaten dengan target 227.691 anak yang berlangsung selama 12 hari. ANTARA FOTO/Akbar Tado
Hari Anak Nasional, Ini Pesan Praktisi Kesehatan buat Orang Tua

Praktisi kesehatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi orang tua untuk menghindarkan anak dari penyakit menular.


4 Website Gratis untuk Cek Usia Mental, Ini Link dan Cara Mainnya

3 hari lalu

Ada beberapa website gratis untuk cek usia mental Anda. Foto: Canva
4 Website Gratis untuk Cek Usia Mental, Ini Link dan Cara Mainnya

Ada beberapa website gratis untuk cek usia mental Anda. Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat kematangan emosional. Berikut caranya.


Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

3 hari lalu

Presiden AS Joe Biden berbicara di acara NATO untuk memperingati 75 tahun aliansi tersebut, di Washington, AS, 9 Juli 2024. REUTERS/Yves Herman
Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

Di usia 81 tahun, Presiden AS Joe Biden diduga telah mengalami penurunan kognitif. Cegah masalah kognisi saat menua dengan cara berikut.


PIWF 2024 Sediakan 60 Kelas untuk Seimbangkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa

3 hari lalu

Zamri Mamat, Deputi Chief Marketing Officer Plaza Indonesia (tengah) bersama praktisi wellness dan partner PIWF 2024, saat jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis 18 Juli 2024. TEMPO/Yunia Pratiwi
PIWF 2024 Sediakan 60 Kelas untuk Seimbangkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa

PIWF atau Plaza Indonesia Wellness Festival 2024 menghadirkan 60 kelas untuk memberikan pengalaman dan skills baru tentang kesehatan mental dan fisik


Gejala Menopause yang Terasa di Kaki dan Penyebabnya

5 hari lalu

Ilustrasi wanita memegang kaki. Freepik.com
Gejala Menopause yang Terasa di Kaki dan Penyebabnya

Gejala menopause juga bisa terasa di kaki, bukan hanya keringat malam. Pakar ungkap penyebabnya.


Pertama Kali, IDF Akui Kekurangan Tank dan Tentara setelah Serangan Balas Dendam ke Gaza

6 hari lalu

Tentara Israel berjalan di samping kendaraan militer di dekat perbatasan Israel-Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Israel selatan, 8 Mei 2024. REUTERS/Ammar Awad TPX
Pertama Kali, IDF Akui Kekurangan Tank dan Tentara setelah Serangan Balas Dendam ke Gaza

Militer Israel (IDF) mengatakan dalam pengajuan pengadilan bahwa menderita kehilangan tank yang rusak dalam serangan balas dendam ke Gaza


Anak Terlibat Judi Online, Penanganan Diminta Utamakan Sisi Psikologis

9 hari lalu

Ilustrasi pemain judi online. Menkopolhukam Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa satgas judi online telah mengantongi data ratusan jurnalis yang bermain judi online. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Anak Terlibat Judi Online, Penanganan Diminta Utamakan Sisi Psikologis

Penanganan anak yang terlibat judi online diminta mengutamakan sisi psikologis, ini alasannya.


5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

14 hari lalu

Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com
5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

Meski baik menerapkan standar tinggi, tak jarang orang tua bersikap terlalu keras pada anak-anak. Berikut contohnya.